FaktaHari – 17 Oktober 2026 | AZ Alkmaar tengah menjadi sorotan menjelang laga pekan kesembilan Eredivisie melawan SC Cambuur di Kooi Stadion, Leeuwarden. Tim asuhan Leeroy Echteld tersebut baru saja menelan kekalahan pertama mereka musim ini, tumbang 2-0 di markas Feyenoord, De Kuip, Sabtu lalu. Meski demikian, AZ Alkmaar masih duduk di peringkat ketiga klasemen dengan koleksi 19 poin, terpaut tipis dari PSV di puncak. Kekalahan itu menghentikan laju impresif mereka yang sebelumnya menyapu bersih kemenangan atas ADO Den Haag, Fortuna Sittard, Go Ahead Eagles, Heerenveen, dan Telstar, plus kemenangan 4-1 di kandang Utrecht.
Di sisi lain, Cambuur datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Tim promosi asuhan Johan Plat itu sukses mencuri kemenangan 1-0 di kandang PEC Zwolle pada pekan lalu, gol tunggal dicetak oleh pemain pengganti Nicolas Binder. Hasil tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan Cambuur menjadi empat laga beruntun di liga. Perlahan tapi pasti, pasukan Kuning-Biru mulai bangkit dari awal musim yang buruk, di mana mereka sempat dihajar Feyenoord lima gol tanpa balas dan ditaklukkan Twente 4-0 di hadapan pendukung sendiri. Kemenangan 3-0 atas NEC Nijmegen pada 12 September silam menjadi penampilan terbaik mereka sejauh ini, dengan Rafik El Arguioui dan Ilyes Hamache turut mencatatkan nama di papan skor.
Menariknya, perubahan formasi yang diterapkan Plat dengan beralih ke empat bek belakangan ini membuahkan hasil. Duet bek tengah Billy van Duijl dan Ismaël Baouf mulai menemukan chemistry, meski kehilangan Wout Asselmans di lini tengah bertahan masih terasa. Cambuur kini menempati posisi ke-14 dengan delapan poin dari delapan pertandingan, hasil dari dua kemenangan, dua imbang, dan empat kekalahan. Dua hasil imbang melawan Telstar dan ADO Den Haag di sela-sela kemenangan atas NEC menjadi bukti bahwa perlahan mereka mulai kompetitif.
Menghadapi AZ Alkmaar, Cambuur tidak bisa mengandalkan rekor pertemuan. Dalam catatan laga resmi terakhir pada 2023, AZ berhasil keluar sebagai pemenang. Secara historis, AZ Alkmaar memang belum pernah tersentuh kekalahan saat bersua Cambuur. Namun, kondisi terkini menunjukkan bahwa jarak antara keduanya tidak sejauh yang terlihat di klasemen. Absennya gelandang Stije Resink di kubu AZ menjadi pukulan telak. Resink merupakan motor penggerak lini tengah yang selama ini menjadi penghubung antara bertahan dan menyerang. Tanpa dirinya, kreativitas AZ diprediksi menurun, terlebih lagi dalam lima pertandingan terakhir mereka hanya mampu mencetak empat gol.
Di kubu tuan rumah, Plat kemungkinan besar akan tetap mengandalkan formasi 4-3-3 dengan mengandalkan kecepatan para pemain sayap untuk menusuk pertahanan AZ yang akan dikawal Wouter Goes dan kawan-kawan. Sementara itu, Echteld diprediksi menurunkan kekuatan terbaiknya, meski harus merotasi beberapa pemain mengingat jadwal padat, termasuk laga lanjutan Liga Europa melawan Sturm Graz pada 10 Desember mendatang di AFAS Stadion. Laga melawan Hapoel Be’er Sheva di Liga Europa tengah pekan lalu juga menyita energi. Dalam pertandingan itu, AZ menang 2-1 berkat gol Peer Koopmeiners dan Mexx Meerdink dari titik penalti, sementara bek asal Meksiko, Mateo Chávez, masuk sebagai pengganti di menit ke-75.
Dari kacamata statistik, AZ Alkmaar masih diunggulkan. Namun, peluang Cambuur untuk mencuri poin terbuka lebar jika mereka mampu memanfaatkan absennya Resink dan kelelahan pemain AZ. Pelatih Johan Plat tentu sudah menyusun strategi untuk menekan sejak awal dan memanfaatkan dukungan suporter di Kooi Stadion. Pertandingan ini diprediksi berjalan ketat, dengan Cambuur yang tidak akan tinggal diam menghadapi tim papan atas.
Bagi AZ Alkmaar, kemenangan di Leeuwarden menjadi harga mati untuk tetap menjaga asa bersaing di jalur juara. Sementara Cambuur berambisi melanjutkan tren positif dan menjauh dari zona degradasi. Duel dua tim dengan misi berbeda ini akan tersaji pada Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 13.30 waktu setempat. Akankah AZ Alkmaar bangkit atau justru Cambuur yang kembali menorehkan kejutan? Sepak bola selalu punya ceritanya sendiri.
