FaktaHari – 13 Oktober 2026 | Melbourne, 12 Oktober 2026 – Sejarah baru tercipta dalam sepak bola Australia ketika South Melbourne berhasil menaklukkan tim raksasa A-League, Melbourne Victory, di final Australia Cup 2026. Pertandingan yang berlangsung di AAMI Park, Melbourne, pada Sabtu malam (11/10) itu berakhir dengan skor 1-1 setelah perpanjangan waktu, sebelum South Melbourne menang 4-3 dalam adu penalti. Kemenangan ini mengukuhkan South Melbourne sebagai klub pertama di luar A-League yang mampu merebut trofi Australia Cup, sebuah pencapaian yang langsung mengguncang peta persaingan sepak bola Australia.
Sejak awal laga, Melbourne Victory yang diunggulkan tampil dominan dengan penguasaan bola dan beberapa peluang berbahaya. Namun, pertahanan solid South Melbourne yang dikomandoi kiper Javier Lopez mampu meredam serangan demi serangan. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan dan akhirnya adu penalti. Dalam momen krusial tersebut, Javier Lopez tampil gemilang dengan menggagalkan dua tendangan penalti pemain Melbourne Victory, memastikan kemenangan bersejarah bagi timnya.
Kemenangan ini menjadi puncak dari perjalanan luar biasa South Melbourne di bawah asuhan pelatih Sinisa Cohadzic. Dalam 18 bulan terakhir, Cohadzic berhasil membawa South Melbourne meraih empat trofi, termasuk dua gelar nasional. Namun, tak lama setelah keberhasilan ini, ia mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih kepala. Keputusan mengejutkan ini diumumkan pada Senin (12/10) melalui pernyataan panjang yang penuh emosi. Hanya dalam waktu 48 jam setelah final, Cohadzic resmi bergabung dengan Avondale FC, rival South Melbourne di NPL Victoria. Langkah ini tentu menjadi pukulan telak bagi South Melbourne yang baru saja menikmati puncak kejayaan.
Presiden South Melbourne, Vasilis Papastergiadis, dalam wawancara dengan stasiun televisi Yunani ERT, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian tim. “Ini adalah momen yang akan dikenang selamanya oleh para pendukung kami. Kami telah menunjukkan bahwa sepak bola di luar A-League memiliki kualitas dan semangat juang yang luar biasa,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa klub akan segera menunjuk pelatih baru untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Sementara itu, pelatih sementara Sam Poutakidis akan memimpin tim pada pertandingan perdana Australian Championship akhir pekan ini melawan Sutherland Sharks.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Melbourne Victory. Sebagai salah satu klub terbesar di Australia, mereka dipaksa mengakui keunggulan tim non-A-League di final turnamen nasional. Publik sepak bola Melbourne pun terbelah; sebagian kecewa dengan hasil ini, namun sebagian lain justru memberikan apresiasi atas perjuangan South Melbourne yang dianggap mewakili semangat sepak bola akar rumput. Pertandingan yang disaksikan 29.911 penonton ini membuktikan bahwa daya tarik Australia Cup masih sangat kuat.
Keberhasilan South Melbourne juga menjadi sorotan media internasional. Banyak pengamat sepak bola menyebut kemenangan ini sebagai bukti bahwa persaingan di sepak bola Australia semakin terbuka dan kompetitif. Dengan mundurnya Cohadzic, tantangan baru menanti South Melbourne: mempertahankan konsistensi tanpa arsitek utama di balik kesuksesan mereka. Namun, semangat yang telah ditunjukkan oleh para pemain dan staf di final melawan Melbourne Victory menjadi modal berharga untuk menghadapi musim-musim mendatang.
Kesimpulannya, final Australia Cup 2026 tidak hanya melahirkan juara baru, tetapi juga mengubah wajah sepak bola Australia. South Melbourne kini berdiri sejajar dengan klub-klub elite A-League, sementara Melbourne Victory harus mengevaluasi kembali strategi mereka. Bagi para pecinta sepak bola Tanah Air, momen ini adalah pengingat bahwa keajaiban selalu mungkin terjadi di lapangan hijau.











