Berita  

Suyudi Ario Seto Bongkar 98 Kasus Karhutla, Jejak Pemilik hingga Pihak Asing Terungkap

Suyudi Ario Seto Bongkar 98 Kasus Karhutla, Jejak Pemilik hingga Pihak Asing Terungkap
Suyudi Ario Seto Bongkar 98 Kasus Karhutla, Jejak Pemilik hingga Pihak Asing Terungkap

FaktaHari – 20 Oktober 2026 | Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyidik 98 kasus korporasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Dalam penyidikan tersebut, Suyudi Ario Seto menyatakan bahwa Bareskrim Polri masih mengumpulkan alat bukti yang mengarah pada pemilik perusahaan maupun para pemegang saham, termasuk adanya dugaan keterlibatan pihak asing. Pernyataan ini disampaikan Suyudi Ario Seto kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (19/10).

“Ini ada keterlibatan pihak asing ya, ada keterlibatan pihak asing, namun karena ini masih dalam proses penyidikan,” kata Suyudi Ario Seto. Ia juga membenarkan bahwa pihak asing yang dimaksud berasal dari negara tetangga. Meski demikian, Kapolri belum membeberkan identitas pihak yang dimaksud karena proses hukum masih berjalan. Penyidik masih memilah setiap kasus untuk memastikan mana yang melibatkan pihak asing dan mana yang tidak.

Selain fokus pada penegakan hukum karhutla, Suyudi Ario Seto juga melakukan kunjungan perdana ke Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin (19/10). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Dalam pertemuan itu, Suyudi Ario Seto menegaskan pentingnya soliditas dan sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Ia juga menyoroti berbagai tantangan keamanan yang semakin kompleks, termasuk peredaran narkoba melalui vape dan pertambangan ilegal.

“Kita ini merupakan keluarga besar yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI. Karena itu, soliditas dan sinergi TNI-Polri harus terus dipelihara, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Suyudi Ario Seto. Ia menekankan perlunya peningkatan kewaspadaan dan penegakan hukum yang tegas terhadap seluruh pihak yang terlibat, termasuk oknum yang melindungi jaringan peredaran narkoba.

Sebelumnya, Suyudi Ario Seto juga menyambangi kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan bertemu dengan Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar. Dalam pertemuan itu, ia memaparkan enam prioritas Kapolri, yang mencakup reformasi struktur, SDM, pelayanan, penegakan hukum, pengawasan, serta akuntabilitas anggaran. Suyudi Ario Seto juga meminta doa restu dan dukungan para ulama agar dapat menjalankan amanah sebagai pimpinan Polri dengan baik.

Kunjungan ke Polda Jawa Timur juga dilakukan Suyudi Ario Seto untuk mempererat sinergi dengan ulama, kiai, dan sesepuh. Ia menekankan bahwa tugas kepolisian tidak dapat dijalankan secara optimal tanpa dukungan masyarakat. “Saya memohon doa restu dan masukan dari para ulama. Kami berkomitmen memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat serta menegakkan hukum secara berkeadilan,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Suyudi Ario Seto juga mengapresiasi peran insan pers dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepolisian. Ia mendorong para jurnalis untuk aktif menyampaikan masukan, kritik, dan saran yang konstruktif sebagai bahan evaluasi bagi institusi Polri.

Dengan berbagai langkah yang diambil, Suyudi Ario Seto menunjukkan komitmennya untuk memberantas karhutla hingga ke akar-akarnya, termasuk menelusuri keterlibatan pihak asing. Sinergi dengan TNI, ulama, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendukung program pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *