FaktaHari – 13 Oktober 2026 | Nama Mario Aji kembali menjadi sorotan usai berlaga di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok. Pebalap asal Magetan, Jawa Timur, yang kini menjadi satu-satunya wakil Indonesia di kelas Moto2, mencatatkan finis ke-20 dalam balapan yang berlangsung Minggu (11/10/2026). Meski gagal meraih poin, perjuangan Mario Aji di lintasan tetap mendapat apresiasi, mengingat perjalanan panjang yang telah ia tempuh untuk bisa berada di level ini.
Kisah perjuangan Mario Aji tak lepas dari disiplin ketat yang diterapkan orang tuanya sejak kecil. Saat teman-temannya pulang sekolah dengan angkutan umum, Mario justru berlari pulang ditemani sang ayah. “Dari kelas satu sampai kelas enam SD, sering latihan. Setiap kali dijemput sama ayah, sudah disiapkan baju lari. Jadi pulang sekolah, yang lain naik angkot, saya lari,” ujar Mario dalam sebuah wawancara. Kebiasaan itu membentuk fisik dan mentalnya yang tangguh.
Kini, di usianya yang ke-22, Mario Aji berlaga dengan nomor 64 di tim Idemitsu Honda Team Asia. Di Mandalika, ia memulai balapan dari posisi ke-21 dan berju keras menembus persaingan. Kecepatan maksimum motornya tercatat 252,9 km/jam, namun ia harus puas finis dengan selisih 27,934 detik dari pemenang Izan Guevara. Hasil tersebut membuatnya belum mampu menambah poin di klasemen Moto2 2026.
Balapan Moto2 Mandalika 2026 sendiri diwarnai insiden mengerikan di lap pertama. Empat pembalap—Daniel Helgado, David Alonso, Joe Roberts, dan Collin Veijer—terlibat tabrakan beruntun di tikungan 1. Motor Alonso bahkan hancur parah. Bendera merah dikibarkan, balapan dihentikan sementara, dan durasi dipangkas dari 22 menjadi 14 lap. Start ulang pun dilakukan. Insiden ini membuat sejumlah pembalap gagal melanjutkan lomba, termasuk Alonso dan Roberts.
Seusai start ulang, Alex Escrig sempat memimpin, namun motorya mengalami masalah teknis dua lap jelang finis. Keberuntungan berpihak pada Izan Guevara yang sukses menjadi juara. Podium kedua ditempati Manuel Gonzalez, dan ketiga oleh Daniel Holgado. Kemenangan ini membuat persaingan gelar juara dunia Moto2 semakin sengit, dengan Guevara hanya terpaut 5,5 poin dari Gonzalez.
Sementara itu, di kelas Moto3, rekan senegara Mario Aji, Veda Ega Pratama, justru menorehkan catatan manis. Veda finis keenam dan mengumpulkan 10 poin, memecahkan rekor milik Mario Aji yang sebelumnya finis ke-14 pada Moto3 Mandalika 2022. Mario sendiri sempat turun di Moto3 pada 2022 dan 2023, sebelum naik kelas ke Moto2 pada 2024.
Meski belum berhasil meraih poin di Mandalika 2026, perjalanan Mario Aji tetap menginspirasi. Dari kebiasaan lari pulang sekolah, larangan mengendarai motor di jalan raya meski sudah memiliki SIM, hingga kini menjadi “bang toyib” yang selalu dirindukan publik balap Indonesia, Mario Aji membuktikan bahwa kerja keras dan disiplin bisa mengantarkan seseorang ke panggung dunia.
Dengan masih adanya beberapa seri tersisa di musim 2026, Mario Aji diharapkan bisa terus berkembang dan suatu hari mampu bersaing di papan atas. Semangat pantang menyerah yang ia tunjukkan sejak kecil menjadi modal berharga untuk meraih mimpi lebih besar di pentas Moto2.











