FaktaHari – 11 Oktober 2026 | Kompetisi antarklub paling bergengsi di Asia, AFC Champions League, kembali menyajikan pertarungan sengit pada musim 2026/27. Berbagai laga telah dan akan digelar, mulai dari babak penyisihan grup hingga fase gugur, yang mempertemukan tim-tim dari seluruh penjuru benua. Persaingan ketat sudah terlihat sejak awal, dengan beberapa klub unggulan mulai menunjukkan taringnya.
Salah satu pertandingan yang menarik perhatian adalah laga antara Gangwon FC melawan Phnom Penh Crown dalam ajang AFC Champions League 2, yang digelar pada 15 Oktober 2026 di Gangnam Soccer Park. Meski belum ada gol tercipta hingga laporan ini dibuat, kedua tim sama-sama berambisi meraih poin penuh. Gangwon yang saat itu menempati peringkat kedua klasemen sementara harus berhadapan dengan Phnom Penh Crown yang memuncaki klasemen grup. Pertandingan ini menjadi bukti bahwa level persaingan di kancah AFC Champions League semakin merata, di mana klub dari Kamboja mampu bersaing dengan wakil Korea Selatan.
Sementara itu, di sisi lain Asia, laga Newcastle Jets versus Gamba Osaka dalam lanjutan AFC Champions League Elite 2026/27 juga menjadi sorotan. Pertandingan yang dijadwalkan pada 13 Oktober 2026 ini mempertemukan wakil Australia dengan klub Jepang yang dikenal memiliki tradisi kuat di kompetisi Asia. Newcastle Jets, yang tengah membangun kembali reputasi mereka, harus menghadapi ujian berat melawan Gamba Osaka yang berpengalaman. Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama mengincar tiket ke babak selanjutnya.
Di luar lapangan, perkembangan lain turut mewarnai kancah AFC Champions League. Salah satunya adalah keputusan AFC yang menyesuaikan alokasi jatah peserta berdasarkan peringkat asosiasi. Akibat penurunan peringkat AFC, klub-klub India, misalnya, tidak lagi mendapat tempat langsung di AFC Champions League utama. Juara ISL 2026/27 hanya berhak lolos ke babak pendahuluan AFC Challenge League, kompetisi tingkat ketiga di bawah AFC Champions League. Hal ini menunjukkan betapa dinamisnya persaingan antarnegara di Asia, di mana setiap perubahan peringkat bisa berdampak besar pada partisipasi klub.
Selain itu, euforia juga terasa di Australia setelah klub South Melbourne Hellas, yang sempat tersingkir dari kasta tertinggi, berhasil mencuri perhatian dengan kemenangan dramatis atas Melbourne Victory di ajang lain. Meski bukan bagian langsung dari AFC Champions League, kesuksesan klub-klub seperti South Melbourne menjadi pengingat bahwa potensi sepak bola Australia sangat besar. Banyak pihak mendesak agar klub-klub bersejarah seperti South Melbourne diberi kesempatan untuk kembali berkompetisi di level tertinggi, yang pada akhirnya dapat memperkuat perwakilan Australia di AFC Champions League.
Di kawasan Asia Tenggara, klub-klub seperti Phnom Penh Crown dan wakil Indonesia terus berjuang untuk menunjukkan eksistensi mereka. Meskipun belum ada yang berhasil menembus babak final AFC Champions League, semangat dan perkembangan infrastruktur sepak bola di kawasan ini patut diapresiasi. Setiap musim, AFC Champions League menjadi ajang pembuktian bahwa sepak bola Asia tidak kalah menarik dibandingkan benua lain.
Kesimpulannya, AFC Champions League musim 2026/27 kembali menyuguhkan drama, persaingan, dan kejutan. Dari laga sengit antara Gangwon dan Phnom Penh Crown, duel Newcastle Jets melawan Gamba Osaka, hingga perubahan regulasi yang memengaruhi klub-klub India, semua elemen ini menjadikan kompetisi ini sebagai salah satu turnamen paling dinamis di dunia. Sepak bola Asia terus berkembang, dan AFC Champions League adalah panggung utamanya.
