Islam Makhachev Dianggap Tak Akan Bertahan di Dunia Gulat Murni, Bo Nickal: ‘Dia Akan Dihancurkan!’

Islam Makhachev Dianggap Tak Akan Bertahan di Dunia Gulat Murni, Bo Nickal: 'Dia Akan Dihancurkan!'
Islam Makhachev Dianggap Tak Akan Bertahan di Dunia Gulat Murni, Bo Nickal: 'Dia Akan Dihancurkan!'

FaktaHari – 21 Oktober 2026 | Nama Islam Makhachev kembali menjadi perbincangan hangat di dunia seni bela diri campuran (MMA). Kali ini, bukan karena kemenangan atau sabuk juara yang ia pertahankan, melainkan karena pernyataan kontroversial dari sesama petarung UFC, Bo Nickal. Nickal, yang dikenal sebagai mantan juara gulat NCAA tiga kali, meragukan kemampuan Islam Makhachev jika harus berkompetisi dalam aturan gulat murni (freestyle wrestling) melawan spesialis gulat elit. Menurutnya, Islam Makhachev akan mengalami kesulitan besar dan bahkan ‘dihancurkan’ jika diadu dengan pegulat murni kelas dunia.

Pernyataan ini disampaikan Nickal dalam wawancara di The Ariel Helwani Show. Ia membandingkan situasi tersebut dengan pertarungan antara Sean Brady, salah satu grappler terbaik di kelas welter UFC, melawan Jordan Burroughs, legenda gulat Amerika dan juara Olimpiade. Nickal menegaskan bahwa Brady, yang dianggap mumpuni di MMA, tetap saja ‘dihancurkan’ oleh Burroughs yang bahkan sudah tiga setengah tahun tidak aktif bertanding gulat. “Grappler MMA akan dihancurkan dalam gulat murni. Satu-satunya petarung MMA yang benar-benar bisa bersaing dengan pegulat asli adalah saya. Kalau bicara tentang Islam Makhachev, dia akan dibunuh, dia akan benar-benar dihancurkan,” ujar Nickal dengan nada yakin.

Ucapan Nickal ini sontak memicu reaksi beragam. Pasalnya, Islam Makhachev selama ini dikenal sebagai salah satu petarung dengan kemampuan grappling dan gulat terbaik di UFC. Ia merupakan murid dari Khabib Nurmagomedov dan telah mempertahankan sabuk juara kelas ringan (155 pon) beberapa kali sebelum akhirnya naik ke kelas welter. Reputasi Islam Makhachev di dunia gulat MMA memang tak perlu diragukan, tetapi Nickal ingin menegaskan perbedaan mendasar antara gulat dalam konteks MMA dan gulat murni sebagai disiplin olahraga.

Meski demikian, pernyataan Nickal tidak serta-merta menggoyahkan posisi Islam Makhachev di UFC. Sebaliknya, hal ini justru menambah bumbu persaingan di antara para petarung. Terlebih lagi, dalam waktu dekat, Islam Makhachev disebut-sebut akan menghadapi tantangan dari Carlos Prates, striker asal Brasil yang sedang naik daun. Javier Mendez, pelatih setia Makhachev di American Kickboxing Academy (AKA), mengakui bahwa Prates adalah lawan yang sangat berbahaya dan tidak boleh diremehkan.

Mendez memuji kemampuan striking Prates yang luar biasa, terutama setelah kemenangan beruntun atas nama-nama besar seperti Geoff Neal, Leon Edwards, dan Jack Della Maddalena. “Dia luar biasa melawan Jack Della Maddalena. Akurasi striking-nya, dia memiliki pukulan paling eksplosif dan akurat di antara semua welter. Striking-nya luar biasa, dan kepercayaan dirinya semakin meningkat,” kata Mendez. Ia bahkan menyamakan kepribadian Prates dengan legenda tinju Ricardo Mayorga yang terkenal suka merokok dan minum alkohol. “Saya suka kepribadiannya, mirip dengan Ricardo Mayorga yang suka merokok. Mayorga adalah binatang, Prates juga binatang, dan kita tidak bisa meremehkannya,” tambahnya.

Di sisi lain, Alexander Volkanovski, yang pernah dua kali kalah dari Islam Makhachev, memberikan pandangannya menjelang laga melawan Movsar Evloev di UFC 333. Volkanovski menilai bahwa Makhachev memiliki kemampuan grappling, gulat, dan striking terbaik, tetapi Evloev punya keunikan tersendiri yang membuatnya tetap berbahaya. “Islam memiliki yang terbaik, tetapi Movsar akan sangat unik dengan caranya sendiri. Kamu tidak bisa membandingkan langsung seperti itu,” ujar Volkanovski. Pernyataan ini menunjukkan bahwa reputasi Islam Makhachev tetap diakui oleh para pesaingnya, meskipun ada saja yang mencoba meragukannya.

Selain dinamika di atas, nama pelatih Javier Mendez juga mencuat terkait kemungkinan comeback Cain Velasquez, idola Khabib Nurmagomedov. Mendez mengungkapkan bahwa pembicaraan mengenai kembalinya Velasquez ke arena kompetisi sudah berlangsung, meski kemungkinan besar bukan di UFC melainkan di ajang gulat Real American Freestyle (RAF). Velasquez terakhir bertarung di UFC pada 2019 dan sempat mendekam di penjara lebih dari 300 hari sebelum dibebaskan. Jika benar kembali, hal ini akan menjadi kabar menarik bagi para penggemar, mengingat Velasquez adalah salah satu petarung kelas berat paling dominan pada masanya.

Dengan segala kontroversi dan tantangan yang ada, Islam Makhachev tetap menjadi salah satu nama paling berpengaruh di UFC saat ini. Baik kritik dari Bo Nickal maupun pujian dari Javier Mendez dan Alexander Volkanovski, semuanya menunjukkan bahwa eksistensi Islam Makhachev selalu menjadi sorotan. Publik pun menantikan langkah selanjutnya dari petarung asal Dagestan tersebut, apakah ia akan membungkam kritik dengan aksi di oktagon atau justru menghadapi ujian baru dari para penantang yang semakin lapar.

Exit mobile version