Nasib Paul Pogba Makin Suram: Kontrak di Monako Dibatalkan, Istri Murka Dengar Seruan Pensiun

Nasib Paul Pogba Makin Suram: Kontrak di Monako Dibatalkan, Istri Murka Dengar Seruan Pensiun
Nasib Paul Pogba Makin Suram: Kontrak di Monako Dibatalkan, Istri Murka Dengar Seruan Pensiun

FaktaHari – 15 Agustus 2026 | Paul Pogba kembali menjadi sorotan dunia sepak bola. Kabar terbaru menyebutkan bahwa karier gelandang asal Prancis itu semakin berada di ujung tanduk setelah AS Monaco dikabarkan ingin mengakhiri kontraknya lebih awal. Cedera yang terus menghantuinya membuat klub Ligue 1 itu kehilangan kesabaran. Padahal, Paul Pogba baru saja mencoba bangkit setelah menjalani hukuman doping yang sempat membuat namanya tercoreng.

Perjalanan karier Paul Pogba memang penuh liku. Ia pernah menjadi pemain termahal di dunia saat kembali ke Manchester United pada 2016 dengan nilai transfer mencapai 89 juta poundsterling. Ia juga merupakan bagian penting dari tim nasional Prancis yang menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia. Namun, delapan tahun kemudian, pria berusia 33 tahun itu justru berada di ambang kehilangan klub. Menurut laporan yang beredar, Monaco telah mengajukan negosiasi untuk memutus kontrak Paul Pogba secara sepihak. Gelandang yang sempat memperkuat Juventus itu hanya tampil enam kali bersama Monaco pada musim 2025-2026 sebelum kembali dilanda masalah kebugaran.

Kabar ini tentu menjadi pukulan telak bagi Paul Pogba yang ingin membuktikan bahwa dirinya masih layak bermain di level tertinggi. Sebelumnya, ia sempat menjalani masa-masa sulit akibat larangan bermain selama 18 bulan karena kasus doping. Setelah bebas, ia mencoba kembali ke lapangan hijau dengan bergabung bersama Monaco. Namun, nasib berkata lain. Cedera hamstring yang dialaminya dalam pramusim membuat Monaco mulai ragu dengan kondisinya. Beberapa laporan bahkan menyebutkan bahwa Paul Pogba tidak akan diikutsertakan dalam rencana besar Monaco yang sedang membangun kembali tim asuhan Filipe Luis.

Di sisi lain, istri Paul Pogba, Zulay, angkat bicara setelah banyak penggemar yang menyarankan sang pemain untuk pensiun. Melalui media sosial, Zulay menyampaikan kekesalannya terhadap komentar-komentar pedas yang ditujukan kepada suaminya. Menurutnya, orang-orang mudah saja berbicara di balik layar tanpa memikirkan perasaan manusia di dalamnya. Ia menegaskan bahwa Paul Pogba masih memiliki semangat dan tekad untuk melanjutkan kariernya. Pernyataan ini sekaligus menjadi respons atas tekanan publik yang menilai bahwa fisik Pogba sudah tidak mumpuni lagi untuk bermain sepak bola profesional.

Jika kontraknya benar-benar diputus, Paul Pogba dikabarkan akan mencari peluang baru di luar Eropa. Salah satu destinasi yang santer disebut adalah Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat, di mana beberapa pemain bintang yang menua masih bisa tampil kompetitif. Namun, masalah cedera yang belum tuntas menjadi penghalang utama. Beberapa klub MLS dilaporkan ingin melihat perkembangan pemulihan Pogba sebelum memutuskan untuk merekrutnya. Sementara itu, Monaco sendiri tengah fokus melakukan regenerasi skuad. Menjual pemain seperti Maghnes Akliouche ke PSG dan Aladji Bamba ke Newcastle merupakan bagian dari strategi mereka untuk menyeimbangkan keuangan. Dengan gaji Paul Pogba yang sekitar 44.000 poundsterling per pekan, memutus kontraknya akan membantu klub mengurangi beban.

Monaco juga sedang bersiap menghadapi musim 2026-2027 dengan target utama kembali ke Liga Champions. Pelatih Filipe Luis, yang baru pertama kali menangani tim Eropa, dituntut untuk membawa klub asal Kerajaan Monaco itu bangkit. Namun, hampir can be assured Paul Pogba tidak akan menjadi bagian dari proyek tersebut. Kegagalannya tampil konsisten membuat pihak klub akhirnya mengambil keputusan tegas. Pertanyaan besar kini muncul: apakah ini akhir dari karier Paul Pogba di pentas sepak bola kelas dunia? Banyak yang menyayangkan, mengingat bakat dan kontribusinya yang dulu sangat luar biasa.

Karier Paul Pogba mengajarkan betapa rapuhnya sebuah karier di dunia olahraga. Puncak kejayaan yang pernah diraih tidak menjamin kesuksesan jangka panjang. Cedera, masalah disiplin, dan tekanan dari luar bisa mengubah segalanya dalam sekejap. Meski begitu, Paul Pogba masih berusia 33 tahun dan sebenarnya masih bisa bermain beberapa tahun lagi jika kondisinya pulih. Istri dan keluarganya jelas mendukung penuh. Namun, di sepak bola modern, keputusan klub sering kali bersifat pragmatis. Jika tidak ada klub yang mau menampungnya, bukan tidak mungkin ia harus mengucapkan selamat tinggal untuk selamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *