Transfer Antony dan Bayang-bayang Savinho: Spekulasi Mahal yang Mengulang Sejarah Manchester United

Transfer Antony dan Bayang-bayang Savinho: Spekulasi Mahal yang Mengulang Sejarah Manchester United
Transfer Antony dan Bayang-bayang Savinho: Spekulasi Mahal yang Mengulang Sejarah Manchester United

FaktaHari – 22 Agustus 2026 | Dalam dunia sepak bola modern, nama Antony selalu menjadi pengingat bahwa mahal tidak selalu berarti tepat sasaran. Transfer Antony dari Ajax ke Manchester United pada musim panas 2022 senilai sekitar 100 juta euro masih menjadi bahan perbandingan setiap kali klub besar tergoda membayar mahal pemain muda. Kini, Tottenham Hotspur dikabarkan tengah mendekati Savinho dari Manchester City, dan banyak pengamat mencium bau yang sama seperti kisah transfer Antony dahulu.

Roberto De Zerbi, manajer Tottenham yang baru diangkat, telah mendapatkan hampir semua yang ia minta sejak tiba di White Hart Lane. Dengan dukungan penuh dari dewan klub, Spurs bergerak cepat di bursa transfer. Namun, ketika nama Savinho mencuat sebagai target utama, sejumlah pihak langsung teringat pada transfer Antony yang penuh kontroversi. Harga yang diminta Manchester City mencapai 85 juta poundsterling, dan akhirnya disepakati 75 juta poundsterling plus add-ons. Angka itu ditengarai terlalu tinggi untuk pemain yang belum membuktikan konsistensinya di level tertinggi.

Perbandingan dengan transfer Antony memang sulit dihindari. Keduanya sama-sama pemain sayap muda, sama-sama datang dari klub yang enggan melepas dengan harga murah, dan sama-sama menjadi taruhan besar di liga yang jauh lebih kompetitif. Antony, yang sebelumnya bersinar di Ajax bersama pelatih Erik ten Hag, justru gagal memenuhi ekspektasi di Manchester United. Penampilannya yang inkonsisten dan kontribusi gol yang minim membuat nilai transfernya kerap diejek sebagai pemborosan terbesar dalam sejarah Premier League.

Tottenham sebenarnya tidak perlu terburu-buru mengulang kesalahan serupa. Di lini serang, mereka sudah memiliki Mikey Moore yang dipinjamkan ke Koln dan mencetak dua gol melawan Hoffenheim di akhir pekan. Moore juga mendapat dukungan dari Mathys Tel yang mulai matang. De Zerbi dikabarkan sangat menyukai Richarlison sebagai opsi lini depan. Dengan begitu, apakah Spurs benar-benar membutuhkan Savinho dengan harga selangit? Atau ini sekadar keinginan untuk menunjukkan ambi33si di bursa transfer, seperti yang dulu dilakukan Manchester United saat membeli Antony?

Sejarah menunjukkan bahwa keputusan impulsif sering berakhir dengan penyesalan. Antony datang ke Old Trafford dengan label pemain andalan Ajax, tetapi hingga kini ia belum mampu tampil konsisten. Statistik mencetak golnya jauh di bawah ekspektasi untuk pemain semahal itu. Bahkan, kabar terakhir menyebut Manchester United siap melepas Antony dengan harga jauh lebih murah dari harga belinya. Ini menjadi pelajaran berharga bagi klub mana pun, termasuk Tottenham.

De Zerbi memang dikenal sebagai pelatih yang menuntut skuad dalam, tetapi ia juga harus bijak dalam memilih pemain. Membayar 75 juta poundsterling untuk Savinho, yang masih berusia 22 tahun dan belum tampil impresif di Premier League, adalah risiko besar. Jika dibandingkan dengan pemain muda Spurs yang sudah siap, keputusan itu tampak tidak logis. Para penggemar pun bertanya-tanya, apakah Tottenham sedang mengulang kesalahan yang sama seperti Manchester United saat membeli Antony? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: bursa transfer selalu punya cerita yang menarik untuk diikuti.

Pada akhirnya, setiap klub memiliki kebijakan dan strategi masing-masing. Namun, kasus transfer Antony seharusnya menjadi catatan penting bahwa harga tinggi tidak menjamin kesuksesan. Tottenham masih punya waktu untuk menarik diri dari perburuan Savinho dan fokus mengembangkan talenta muda yang sudah ada. Jika tidak, mereka bisa saja menghadapi situasi yang sama seperti Manchester United: membeli pemain mahal yang justru menjadi beban. Semoga Spurs belajar dari sejarah, bukan mengulanginya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *