FaktaHari – 29 Juli 2026 | Andrea Pirlo gagal latih Italia, Paolo Maldini dan Leonardo langsung mundur [titlebase] menjadi pemberitaan utama di dunia sepak bola Italia. Drama internal Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mencapai puncaknya ketika legenda AC Milan, Paolo Maldini, dan mantan penasihat teknis, Leonardo, memutuskan mundur dari jabatan mereka hanya 16 hari setelah resmi bergabung. Keputusan ini diambil menyusul penolakan FIGC terhadap pencalonan Andrea Pirlo sebagai pelatih Timnas Italia.
Penolakan tersebut berkaitan erat dengan aktivitas komersial Pirlo sebagai duta global perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet. Hubungan ini dinilai melanggar etika dan hukum Italia yang melarang iklan perjudian. Presiden FIGC Giovanni Malago secara tegas menolak usulan Maldini dan Leonardo yang menginginkan Pirlo sebagai pelatih. Akibatnya, Andrea Pirlo gagal latih Italia, Paolo Maldini dan Leonardo langsung mundur [titlebase] sebagai bentuk protes atas keputusan federasi.
Maldini sebelumnya ditunjuk sebagai direktur teknis FIGC, sementara Leonardo menjabat sebagai penasihat. Keduanya diberi mandat untuk merombak total struktur tim nasional dari level junior hingga senior. Namun, proyek ambisius itu kandas setelah perbedaan visi dengan Malago. Sumber internal FIGC menyebut bahwa Maldini dan Leonardo hanya menginginkan Pirlo sebagai pelatih, dan ketika usulan itu ditolak, mereka memilih mundur.
Pirlo sendiri angkat bicara melalui media sosial. Ia menyatakan kekecewaannya terhadap perdebatan yang berkembang seputar namanya. “Dalam beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan sangat getir perdebatan yang berkembang seputar nama saya dan kemungkinan untuk menjabat sebagai pelatih tim nasional Italia,” tulis Pirlo. Ia menegaskan seluruh aktivitas profesionalnya telah sesuai hukum dan kontrak yang berlaku.
Krisis ini terjadi di tengah tekanan besar untuk membangkitkan kembali Gli Azzurri yang gagal lolos ke Piala Dunia tiga kali berturut-turut. Sebelumnya, kandidat pelatih seperti Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola menolak tawaran. Andrea Pirlo gagal latih Italia, Paolo Maldini dan Leonardo langsung mundur [titlebase] menjadi pukulan telak bagi rencana restrukturisasi FIGC.
Setelah pengunduran diri Maldini dan Leonardo, FIGC bergerak cepat. Roberto Mancini ditunjuk kembali sebagai pelatih kepala untuk periode kedua, sementara Claudio Ranieri menggantikan posisi direktur teknis. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan situasi. Namun, publik Italia masih menyoroti bagaimana Andrea Pirlo gagal latih Italia, Paolo Maldini dan Leonardo langsung mundur [titlebase] menjadi simbol kegagalan manajemen federasi.
Dewan Federal FIGC dijadwalkan menggelar pertemuan darurat untuk membahas langkah selanjutnya. Sementara itu, Pirlo memastikan dirinya sudah tidak lagi menjadi kandidat pelatih. “Saya merasa berkewajiban untuk mengklarifikasi beberapa aspek,” ujarnya. Keputusan FIGC menolak Pirlo dinilai sebagai langkah untuk menjaga integritas, namun di sisi lain mengorbankan dua sosok penting dalam sejarah sepak bola Italia.
Kesimpulannya, krisis ini menunjukkan betapa kompleksnya perpaduan antara kepentingan komersial dan kebijakan federasi. Andrea Pirlo gagal latih Italia, Paolo Maldini dan Leonardo langsung mundur [titlebase] bukan sekadar berita olahraga, melainkan cerminan perpecahan di tubuh FIGC yang membutuhkan penyelesaian serius demi masa depan sepak bola Italia.
