Melanie Subono Kecam Negara Gagal Hadir di Balik Kasus Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Bali

Melanie Subono Kecam Negara Gagal Hadir di Balik Kasus Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Bali
Melanie Subono Kecam Negara Gagal Hadir di Balik Kasus Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Bali

FaktaHari – 27 Juli 2026 | Sebut negara gagal hadir, Melanie Subono kritik soal kasus pencuri ayam tewas dikeroyok di Bali. Musisi dan aktivis kemanusiaan Melanie Subono meluapkan kemarahannya melalui Instagram atas tewasnya KD, terduga pencuri ayam di Baturiti, Tabanan, Bali, yang menjadi korban amuk massa. Dalam unggahannya, ia menyoroti ketidakadilan dan kegagalan negara dalam melindungi warganya, terutama rakyat kecil.

KD, seorang warga Desa Sidatapa, Buleleng, tewas setelah dikeroyok dan diseret oleh massa yang marah karena mencuri ayam. Polisi telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Namun, Melanie menilai bahwa aksi main hakim sendiri ini mencerminkan frustrasi sosial yang meluas. “Kalian marah atas tindakan mencuri. Tapi kalian membunuh. Itu tidak dosa? Bedanya sama yang kalian suka tuduh korup membunuh mencuri dll?” tulisnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tahun lalu ada anak SD yang gantung diri, dan kini anak kecil harus menyaksikan jenazah ayahnya karena mencuri makanan. “Mencuri makin-makin untuk hal keseharian. Bukan emas. Tapi makanan. Emosi orang pun gampang meledak sama hal sekecil apapun,” lanjut Melanie. Ia menuding negara gagal hadir dalam memberikan keadilan dan kesejahteraan sehingga rakyat mudah terprovokasi.

Tak hanya itu, Melanie juga mengaitkan kasus ini dengan kondisi sosial-politik nasional. Ia menyoroti pamer kekayaan pejabat dan ketimpangan ekonomi yang semakin tajam. Dalam unggahannya, ia melayangkan ajakan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto untuk duduk bicara empat mata dan hadir menenangkan kondisi masyarakat yang kian frustrasi. “Sebut negara gagal hadir, Melanie Subono kritik soal kasus pencuri ayam tewas dikeroyok di Bali, ini bukan sekadar kasus kriminal biasa, tapi cerminan kegagalan sistem,” tulis seorang warganet menanggapi.

Sementara itu, dalam kasus terpisah di Jakarta Selatan, polisi masih mendalami kematian Sutrimo yang ditemukan tergeletak di halaman klinik. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengaku belum bisa mengonfirmasi rumor bahwa Sutrimo adalah kepala penjaga rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Peristiwa ini menambah daftar panjang kematian misterius yang memicu kritik publik terhadap kinerja aparat.

Melanie Subono menegaskan bahwa negara harus hadir untuk semua lapisan masyarakat, bukan hanya untuk kelompok tertentu. “Sebut negara gagal hadir, Melanie Subono kritik soal kasus pencuri ayam tewas dikeroyok di Bali, itu tepat. Negara harus melindungi setiap warga negara, bahkan yang tersangka sekalipun,” ujar pengamat hukum dari Universitas Udayana. Kasus ini menjadi pengingat bahwa keadilan tidak bisa ditegakkan dengan main hakim sendiri.

Di akhir unggahannya, Melanie mengajak semua pihak untuk merenung. Ia berharap ada perubahan nyata agar tragedi serupa tidak terulang. “Sebut negara gagal hadir, Melanie Subono kritik soal kasus pencuri ayam tewas dikeroyok di Bali, semoga ini menjadi wake-up call bagi pemerintah untuk benar-benar hadir dan mendengarkan jeritan rakyat,” pungkasnya.

Exit mobile version