FaktaHari – 27 Juli 2026 | Kronologi tewasnya satpam Jatiluhur Purwakarta: rekam vandalisme hingga tewas terborgol [titlebase] menjadi sorotan publik setelah seorang petugas keamanan ditemukan mengambang di perairan Waduk Jatiluhur dalam kondisi tangan terborgol. Peristiwa tragis ini bermula dari teguran terhadap aksi vandalisme yang dilakukan sekelompok orang di area objek vital nasional tersebut.
Sumarna, 42 tahun, petugas satuan pengamanan (satpam) Perum Jasa Tirta (PJT) II, dilaporkan hilang sejak Kamis malam, 23 Juli 2026. Rekan kerjanya menemukan pos jaga kosong dengan sepeda motor korban masih terparkir. Upaya menghubungi ponselnya gagal karena nomor tidak aktif. Handy talky (HT) milik Sumarna kemudian ditemukan tergeletak di atas sebuah perahu di sekitar waduk. Keesokan harinya, Jumat pagi sekitar pukul 09.30 WIB, warga menemukan tubuh Sumarna mengambang tak jauh dari lokasi HT, masih berseragam dinas lengkap dengan kedua tangan terborgol ke belakang.
Kronologi tewasnya satpam Jatiluhur Purwakarta: rekam vandalisme hingga tewas terborgol [titlebase] semakin terang setelah beredarnya video status WhatsApp yang diduga diunggah Sumarna sebelum kejadian. Dalam rekaman tersebut, korban menunjukkan coretan-coretan vandalisme di jalan area tanggul waduk dan mengeluhkan aksi tidak bertanggung jawab itu. Dugaan sementara, korban dianiaya dan ditenggelamkan setelah menegur para pelaku vandalisme. Namun, polisi belum menetapkan tersangka dan masih mendalami kasus ini.
Satreskrim Polres Purwakarta telah memeriksa 12 saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk ponsel korban. Rekaman CCTV di sekitar lokasi juga sedang diteliti. Kepolisian melakukan olah TKP, visum, dan autopsi di RS Sartika Asih, Bandung. Hingga kini, penyebab pasti kematian masih misteri. Kronologi tewasnya satpam Jatiluhur Purwakarta: rekam vandalisme hingga tewas terborgol [titlebase] menjadi perhatian serius pihak keluarga dan pemerintah daerah.
Keluarga korban, khususnya istri Sumarna, Siti Mariam, mengaku syok dan kehilangan. Mereka mengeluhkan tingginya risiko keselamatan kerja. Area Waduk Jatiluhur dinilai minim penerangan dan tidak dilengkapi CCTV yang memadai. Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang melayat ke rumah duka, meminta pengelola waduk melakukan evaluasi sistem keamanan. “Sebaiknya harus ada CCTV. Penugasan pengamanan juga harus disesuaikan dengan luas area dan tingkat kerawanan,” tegasnya.
Peristiwa ini juga memicu diskusi tentang perlindungan tenaga keamanan di objek vital. Polisi terus mengembangkan penyelidikan dan belum menutup kemungkinan adanya tersangka baru. Masyarakat berharap kasus ini segera terungkap agar pelaku mendapat hukuman setimpal. Kronologi tewasnya satpam Jatiluhur Purwakarta: rekam vandalisme hingga tewas terborgol [titlebase] menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan kerja dan keamanan lingkungan.
