FaktaHari – 23 Juli 2026 | Boyolali – Aksi penjambretan terhadap anak taman kanak-kanak (TK) terjadi di Kelurahan Siswodupuran, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Seorang bocah perempuan yang masih duduk di TK kehilangan kalung emas liontin seberat 3,5 gram senilai Rp 4,5 juta saat bermain di depan rumahnya. Peristiwa ini menjadi viral setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan detik-detik penjambretan tersebut.
Insiden yang terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 17.23 WIB itu bermula ketika korban bersama seorang teman laki-laki bermain di Kampung Gudang Kapuk. Seorang pria yang mengendarai sepeda motor matik putih berwarna hitam terlihat berhenti di pinggir jalan dengan helm hitam. Pelaku berpura-pura menelepon sambil sesekali menoleh ke belakang untuk memastikan situasi aman. Tak lama kemudian, ia turun dari motor, mendekati korban, dan menarik paksa kalung emas yang melingkar di leher bocah itu hingga putus. Pelaku langsung melarikan diri dengan sepeda motornya, sementara korban lari pulang dalam keadaan menangis.
Ibu korban, Ninik Lestari (34), menuturkan bahwa dirinya sedang mandi saat kejadian berlangsung. Sebelumnya, ia telah berpesan agar putrinya tetap bermain di dalam rumah. Namun, anaknya tidak menuruti pesan tersebut. “Saya sempat memanggil dari dalam, tapi anak saya tetap di luar. Tiba-tiba saya dengar tangisan dan ia berlari masuk sambil memegang leher,” ujar Ninik saat ditemui di rumahnya, Kamis (23/7/2026).
Rekaman CCTV yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa pelaku telah mengintai korban sejak lama. Ia sempat beberapa kali menengok ke belakang sebelum bertindak. Setelah berhasil mengambil kalung, pelaku langsung tancap gas meninggalkan lokasi. Warga setempat yang melihat kejadian sempat berusaha mengejar, tetapi pelaku sudah keburu kabur.
Kasus ini menambah daftar panjang tindak kriminal yang menyasar anak-anak. Sebelumnya, di Sukabumi dan Probolinggo juga terjadi kasus kekerasan terhadap anak, namun dengan modus yang berbeda. Di Boyolali, aksi jambret terhadap anak TK menjadi perhatian karena pelaku tidak segan-segan menyasar korban yang masih sangat rentan. Polisi setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi. Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih dalam pengejaran.
Keluarga korban berharap pelaku segera ditangkap dan dijerat dengan pasal berlapis. “Kami sangat trauma. Anak saya jadi ketakutan setiap keluar rumah. Semoga polisi cepat menangkap pelaku,” harap Ninik. Masyarakat sekitar juga mengimbau para orang tua untuk lebih waspada dan mengawasi anak-anak saat bermain di luar rumah. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bahwa lingkungan yang terlihat aman pun bisa menyimpan bahaya.
Kasus penjambretan dengan target anak-anak memang tergolong jarang terjadi, namun dampaknya sangat mendalam bagi psikologis korban. Pihak kepolisian mengimbau agar warga segera melapor jika melihat hal mencurigakan di lingkungan masing-masing. Hingga saat ini, identitas pelaku masih belum diketahui, namun ciri-ciri berupa sepeda motor matik putih dan helm hitam sudah disebarluaskan kepada publik.











