FaktaHari – 19 Juli 2026 | Kades Dawung Sragen ungkap fakta, langsung sterilkan TKP pembunuhan Bilqis sebelum polisi datang. Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, bertindak cepat saat mengetahui adanya dugaan penganiayaan yang menewaskan Bilqis Rajiansyah (11) di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Ia langsung mensterilkan tempat kejadian perkara (TKP) dengan meminta warga yang sudah masuk ke rumah korban untuk keluar, guna menjaga kondisi TKP tetap utuh sebelum petugas kepolisian tiba.
Kejadian tragis itu terjadi pada Jumat, 5 Juni 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu Aris sedang bersiap berolahraga ketika menerima telepon dari Ketua RT setempat. Laporan tersebut berasal dari Wadi yang lebih dulu mengetahui adanya kasus penganiayaan di rumah yang ditempati keluarga Bilqis. “Jadi gini, waktu itu Jum’at sore, saya sedang menunggu teman saya untuk bersama-sama berolahraga, lalu 8 menit kemudian pak RT kontak saya bahwa dapat laporan dari pak Wadi ada kasus penganiayaan di rumah pak Nur (pemilik rumah sebelumnya yang ditinggali keluarga Bilqis),” kata Aris saat ditemui TribunSolo.com, Kamis (9/7/2026).
Setelah menerima laporan, Aris segera menuju lokasi di Desa Dawung. Sesampainya di sana, ia mendapati beberapa warga sudah berada di dalam rumah korban, termasuk seorang perempuan yang menemani ibu Bilqis. Dengan tegas, Aris meminta mereka semua keluar dan menghubungi polisi. “Ada beberapa orang yang masuk, termasuk perempuan yang menemani ibunya Bilqis di sana. Kemudian saya minta mereka keluar dulu, menghubungi polisi dan meminta warga mengamankan lokasi, sambil menunggu polisi datang ke lokasi,” ujarnya. Tindakan cepat Aris ini memastikan TKP steril dari gangguan, sehingga polisi dapat melakukan olah TKP dengan optimal.
Peristiwa pembunuhan yang disertai perampokan ini menyita perhatian publik. Polisi kemudian menetapkan Suparman alias Bledus (53) sebagai tersangka. Berdasarkan penyelidikan, Bilqis menjadi korban perampokan yang berujung pembunuhan di rumahnya. Kades Dawung Sragen ungkap fakta bahwa langkah sterilisasi TKP dilakukan tanpa menunggu instruksi dari pihak berwenang. Sikap proaktif Aris dinilai sangat membantu proses investigasi.
Masyarakat setempat mengapresiasi tindakan Aris yang sigap. Mereka berharap kasus ini segera tuntas dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. “Kades sangat cepat tanggap. Kalau TKP tidak disterilkan, mungkin banyak barang bukti yang rusak,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Kades Dawung Sragen ungkap fakta bahwa ia hanya menjalankan tugas sebagai kepala desa untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Ia juga mengimbau warga agar tidak mudah panik dan mempercayakan proses hukum kepada pihak berwajib.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus mendalami motif perampokan yang berujung pembunuhan tersebut. Kapolres Sragen melalui Humas menyampaikan terima kasih kepada Aris dan warga yang kooperatif. “Kami mengapresiasi langkah Kepala Desa Dawung yang langsung sterilkan TKP sebelum kami tiba. Ini sangat membantu pengumpulan barang bukti,” kata perwakilan Polres Sragen. Dalam konteks ini, Kades Dawung Sragen ungkap fakta bahwa sterilisasi TKP adalah langkah krusial yang seharusnya menjadi contoh bagi desa-desa lain jika menghadapi situasi serupa. Semoga kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih waspada dan peduli terhadap lingkungan sekitar.











