FaktaHari – 27 Oktober 2026 | JAKARTA – Konser Kanye West yang bertajuk Ye Live in Jakarta 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (24/10/2026), bukan sekadar hiburan musik kelas dunia. Perhelatan ini meninggalkan cerita menarik, mulai dari pujian sang artis terhadap penonton, lonjakan wisatawan asing, hingga dampak ekonomi yang fantastis bagi ibu kota.
Kanye West, yang kini dikenal sebagai Ye, secara terbuka memuji antusiasme penonton konser Kanye West di Jakarta. Melalui balasan di media sosial, ia menepis anggapan bahwa dirinya tidak terkesan dengan teriakan penggemar yang meminta pengulangan lirik lagu ‘Heartless’. “Bro, gila, suasananya asik banget. Penontonnya juga riuh banget. Ya, itulah yang namanya rock and roll,” tulis Ye dalam unggahannya. Pujian ini sekaligus mengklarifikasi video yang sempat viral, di mana raut wajahnya terlihat serius di atas panggung unik berbentuk separuh globe.
Konser yang menjadi satu-satunya penampilan Ye di kawasan Asia-Pasifik ini memang telah dinanti sejak 2016. Tur Ye Live Concert yang dimulai 1 April 2026 hanya menyambangi 20 kota dunia, termasuk Istanbul dan Almaty sebelum Jakarta. Antusiasme penggemar pun terlihat dari berbagai momen, termasuk saat Ye menyempatkan diri menandatangani pakaian penggemar sambil tersenyum sebelum meninggalkan arena menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Minggu (25/10/2026) pagi.
Lonjakan Wisatawan Asing dan Sorotan Infrastruktur
Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat lonjakan signifikan kedatangan warga negara asing (WNA) menjelang konser Kanye West. Pada 21 Oktober tercatat 1.000 pelintas asing, meningkat menjadi 4.700 orang pada 22 Oktober, dan memuncak pada 23 Oktober dengan 10.000 orang per hari. Pada hari-H konser, 24 Oktober, jumlahnya masih tinggi, yakni 9.700 orang.
“Imigrasi menerbitkan 88 visa sport and performer bagi Ye beserta rombongan kru. Namun ketika musisi dunia tampil di Indonesia, yang datang bukan hanya artis dan kru, tetapi juga penggemar dari berbagai negara. Mereka menggunakan transportasi, menginap di hotel, menikmati kuliner, hingga berbelanja,” ujar Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko. Pihaknya pun mengoptimalkan autogate dan menyiagakan personel di area GBK untuk pengawasan izin tinggal.
Meski demikian, penyelenggaraan konser Kanye West tak luput dari keluhan. Sejumlah penonton mengeluhkan kualitas sound system. Pihak promotor pun angkat bicara dan menyatakan akan melakukan evaluasi. Terlepas dari itu, perhatian publik tetap tersedot pada dampak ekonomi yang dihasilkan.
Dampak Ekonomi Rp450 Miliar dari Konser Ye
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa konser Kanye West memberikan dampak ekonomi hingga Rp450 miliar. Angka ini berasal dari penjualan tiket sebesar Rp328 miliar, ditambah belanja penonton selama berada di Jakarta, termasuk perpanjangan masa tinggal. “Banyak yang masih bertahan di Jakarta setelah konser. Aktivitas perhotelan, belanja di mal, dan kuliner ikut bergerak,” kata Pramono di Jakarta Barat, Senin (26/10/2026).
Jika digabungkan dengan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 yang berlangsung bersamaan, total perputaran ekonomi Jakarta selama dua hari menembus Rp625 miliar. JRF sendiri menyumbang Rp175 miliar dengan melibatkan 49 UMKM dan 130 brand dalam race expo. Pramono meyakini angka riil di lapangan bisa lebih tinggi karena tidak semua aktivitas masyarakat terhitung.
| Kegiatan | Dampak Ekonomi |
|---|---|
| Konser Kanye West (tiket) | Rp328 miliar |
| Konser Kanye West (total) | Rp450 miliar |
| Jakarta Running Festival | Rp175 miliar |
| Total | Rp625 miliar |
Dengan segala dinamikanya, konser Kanye West di Jakarta telah membuktikan bahwa acara musik berskala internasional mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Pujian Ye terhadap penonton Indonesia menjadi penutup manis yang menegaskan pentingnya interaksi antara artis dan audiens dalam sebuah pertunjukan. Ke depan, Jakarta berpeluang besar memperkuat posisinya sebagai destinasi music tourism dunia.











