SNV Impact Forum 2026 Dorong Regenerative Agriculture untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

SNV Impact Forum 2026 Dorong Regenerative Agriculture untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan
SNV Impact Forum 2026 Dorong Regenerative Agriculture untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

FaktaHari – 17 Juli 2026 | Jakarta – SNV Impact Forum 2026 Solusi Regenerative Agriculture Bagi Keberlanjutan menjadi sorotan utama dalam upaya mewujudkan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia. Forum yang digelar di Jakarta pada Kamis, 16 Juli 2026 ini mengusung tema ‘Regenerative Agriculture for Climate Resilient’ dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga mitra petani. Acara ini menegaskan komitmen SNV Indonesia untuk tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga melakukan aksi nyata dalam membangun pertanian regeneratif.

Country Director SNV Indonesia, Putra Agung, dalam sambutannya menekankan bahwa keberlanjutan telah menjadi norma bersama yang harus dijadikan landasan masa depan pertanian. ‘SNV ingin berkolaborasi bersama, tidak hanya berhenti di ruang diskusi tapi juga melakukan kerja nyata bersama,’ ujarnya. Menurutnya, SNV Impact Forum 2026 Solusi Regenerative Agriculture Bagi Keberlanjutan menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi dan langkah konkret para pihak dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lahan.

Forum ini menghadirkan diskusi panel dan sesi berbagi praktik baik tentang penerapan prinsip regenerative agriculture, seperti perbaikan kesehatan tanah, peningkatan keanekaragaman hayati, dan pengelolaan air yang efisien. Putra Agung menambahkan bahwa SNV berkomitmen untuk terus menggelar forum serupa setiap tahunnya guna memastikan keberlanjutan upaya kolaboratif. ‘Kami berharap SNV Impact Forum setiap tahun dapat terus dilakukan,’ jelasnya.

Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas RI, Jarot Indarto, dalam kesempatan yang sama menyoroti pentingnya kolaborasi multi pihak untuk mendorong arah kebijakan pembangunan nasional, khususnya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2025-2029. Menurutnya, swasembada pangan menjadi salah satu tujuan utama yang diharapkan dapat terwujud melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha. ‘Kami mengharapkan kerjasama multi pihak akan terus berkembang di masa depan. Sebab itu, keberadaan SNV Impact Forum 2026, akan membantu mendorong keberhasilannya,’ ujar Jarot.

Acara ini juga menjadi ajang penandatanganan nota kesepahaman antara SNV dan beberapa mitra strategis untuk memperkuat implementasi pertanian regeneratif di lapangan. Program-program yang diinisiasi antara lain pelatihan petani, penyediaan benih unggul, dan pengembangan pasar produk berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, diharapkan produktivitas pertanian meningkat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Pertanian regeneratif dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis iklim dan kerusakan ekosistem. Prinsipnya tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga pada pemulihan sumber daya alam yang digunakan. Dalam konteks Indonesia, SNV Impact Forum 2026 Solusi Regenerative Agriculture Bagi Keberlanjutan diharapkan mampu mempercepat adopsi praktik pertanian yang lebih cerdas iklim di berbagai daerah.

Para peserta forum sepakat bahwa tantangan terbesar dalam penerapan regenerative agriculture adalah perubahan mindset dan perluasan akses terhadap pendanaan. Oleh karena itu, SNV bersama mitra akan terus mendorong kebijakan yang mendukung petani kecil untuk beralih ke metode pertanian berkelanjutan. Kolaborasi dengan Bappenas dan Kementerian Pertanian menjadi kunci dalam menyelaraskan program dengan target nasional.

Ke depan, SNV berencana memperluas jangkauan forum ini ke tingkat regional Asia Tenggara. Dengan pengalaman panjang di berbagai negara, SNV yakin bahwa SNV Impact Forum 2026 Solusi Regenerative Agriculture Bagi Keberlanjutan dapat menjadi model bagi negara-negara lain dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan ramah lingkungan. Kesimpulannya, forum ini bukan sekadar ajang diskusi, melainkan langkah nyata menuju transformasi pertanian Indonesia yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

Exit mobile version