Berita  

Typhoon Champi Hantam Taiwan: 1 Tewas, 500+ Luka, 1.000 Penerbangan Batal

Typhoon Champi Hantam Taiwan: 1 Tewas, 500+ Luka, 1.000 Penerbangan Batal
Typhoon Champi Hantam Taiwan: 1 Tewas, 500+ Luka, 1.000 Penerbangan Batal

FaktaHari – 28 Oktober 2026 | Taiwan kembali dilanda bencana alam dahsyat. Taiwan typhoon Champi yang sempat berstatus super typhoon menghantam wilayah utara pulau itu pada Jumat (23/10/2026), menewaskan satu orang dan melukai lebih dari 500 orang, termasuk 21 warga negara asing. Badai ini juga memaksa evakuasi 2.639 warga dan menyebabkan lebih dari 77.000 rumah kehilangan aliran listrik.

Menurut Administrasi Cuaca Pusat Taiwan (CWA), Taiwan typhoon Champi mendekati pantai timur laut dengan kecepatan angin hingga 191 km/jam di sekitar pusatnya. Meski intensitasnya menurun dari super typhoon, badai ini tetap membawa hujan lebat dan angin kencang yang merusak. Pusat badai berada sekitar 170 km di timur Taiwan, dengan radius angin mencapai 320 km—cukup untuk menyelimuti hampir seluruh wilayah pulau.

Pihak berwenang melaporkan bahwa korban tewas tersapu ombak di pesisir. Sementara itu, jumlah luka-luka sempat dilaporkan 171 orang, namun kemudian direvisi menjadi lebih dari 500 orang, termasuk 21 warga asing. Evakuasi besar-besaran dilakukan di daerah pegunungan, sementara perusahaan listrik milik negara, Taipower, melaporkan pemadaman listrik yang memengaruhi lebih dari 77.000 rumah. Sebagian besar aliran listrik telah dipulihkan.

Dampak Taiwan typhoon Champi juga melumpuhkan sektor transportasi. Sebanyak 979 penerbangan domestik dan internasional dibatalkan, dan Bandara Taoyuan melaporkan setidaknya 261 penerbangan batal sepanjang hari. Pasar keuangan Taiwan ditutup, sekolah dan kantor pemerintah diliburkan di hampir seluruh wilayah. Di Kota Keelung, angin kencang masih terasa meski badai mulai melemah. Beberapa warga nekat menonton ombak besar di tepi pantai meski berbahaya.

Kerusakan infrastruktur terlihat di sejumlah lokasi. Di Distrik Neihu, Taipei, banyak pohon tumbang menimpa mobil dan pos keamanan. Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an, turun langsung membantu membersihkan pohon tumbang pada pagi hari dan memastikan upaya pemulihan berjalan cepat. Di Kabupaten Yilan, yang juga terdampak parah, puing-puing berserakan menjadi saksi kekuatan badai.

Raksasa semikonduktor TSMC menyatakan operasinya tetap normal dan tidak ada gangguan signifikan akibat Taiwan typhoon Champi. Meski demikian, para peramal cuaca memperingatkan bahwa badai ini masih bisa berbelok dan mendarat langsung di Taiwan jika melambat atau berputar. “Jika badai melambat, angin kencang akan lebih lama menghantam Taiwan,” ujar peramal CWA, Liu Pei-teng.

Selain Taiwan, dampak badai juga terasa di Jepang dan Filipina. Sekitar 8.400 rumah di Prefektur Okinawa, Jepang, mengalami pemadaman listrik. Di Filipina, gelombang besar menghantam Kepulauan Batanes dan menutup sejumlah jalan. Sementara itu, di belahan Pasifik lainnya, Hurricane Vance yang menguat menjadi badai kategori 1 bergerak perlahan mendekati Meksiko, tetapi tidak menimbulkan dampak langsung di pantai.

Pemerintah Taiwan terus melakukan upaya pemulihan. Tim tanggap darurat dikerahkan, dan bantuan militer disiapkan jika diperlukan, termasuk penggunaan kendaraan amfibi untuk evakuasi. Warga diimbau tetap waspada karena angin dan gelombang laut masih tinggi di sepanjang pesisir.

Dengan meluasnya dampak Taiwan typhoon Champi, badai ini menjadi salah satu yang terkuat pada tahun 2026. Meski tidak mendarat langsung, kombinasi angin kencang, hujan ekstrem, dan radius besar membuat Taiwan harus berjuang keras menghadapi amukan alam. Pemerintah dan masyarakat kini bersiap untuk pemulihan pascabadai, sambil terus memantau pergerakan badai yang masih mungkin berubah arah.

Exit mobile version