Berita  

AS Kembali Perketat Blokade Iran, Militer Naik ke Tanker Berbendara Komoro di Laut Arab

AS Kembali Perketat Blokade Iran, Militer Naik ke Tanker Berbendara Komoro di Laut Arab
AS Kembali Perketat Blokade Iran, Militer Naik ke Tanker Berbendara Komoro di Laut Arab

FaktaHari – 27 Juli 2026 | Militer AS Naik ke Tanker Berbendara Komoro di Laut Arab sebagai bagian dari penegakan blokade maritim terhadap Iran yang kembali diperketat. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah melakukan inspeksi terhadap kapal tanker M/T Charminar di Laut Arab pada Sabtu (25/7). Kapal tersebut akhirnya diizinkan melanjutkan pelayaran setelah proses verifikasi selesai. Langkah ini merupakan bagian dari serangkaian tindakan AS untuk menekan Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.

Dalam pernyataan resmi melalui akun X, CENTCOM menyatakan bahwa Militer AS Naik ke Tanker Berbendara Komoro di Laut Arab untuk memastikan kepatuhan terhadap blokade yang diberlakukan sejak awal konflik. Sebelumnya, pada Jumat (24/7), kapal tanker M/T Lavine berbendera Mozambik dilumpuhkan di Teluk Oman setelah berulang kali mencoba menerobos blokade. Pasukan AS menembaki ruang mesin kapal tersebut hingga tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Iran. Total, 12 kapal komersial telah dialihkan karena melanggar blokade.

Ketegangan antara AS dan Iran kembali memanas setelah Presiden Donald Trump pada Kamis (23/7) menyatakan akan menggunakan aset Iran yang dibekukan untuk mengganti kerugian akibat kerusakan kapal di Selat Hormuz. Padahal, kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, militer AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran dengan dalih merespons tindakan Iran terhadap kapal komersial. Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah dan menuduh Washington melanggar gencatan senjata.

Trump pun menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku. Di tengah eskalasi, The New York Times melaporkan bahwa Trump menunda rencana perluasan operasi militer karena kekhawatiran Pentagon atas menipisnya stok rudal pertahanan udara Patriot dan amunisi strategis. Sementara itu, Axios melaporkan bahwa militer AS tetap mematangkan opsi operasi besar meskipun Trump belum memberikan perintah resmi. Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, memperingatkan bahwa operasi skala besar mungkin dilakukan namun berisiko menguras cadangan rudal pencegat.

Militer AS Naik ke Tanker Berbendara Komoro di Laut Arab menjadi sorotan utama karena menunjukkan ketegasan Washington dalam menegakkan blokade. Iran mengecam tindakan ini dan menuduh AS berusaha membuka jalur baru di Selat Hormuz secara paksa, melanggar kesepakatan sementara. Kedutaan Besar AS di Timur Tengah mulai memperingatkan warga Amerika untuk bersiap meninggalkan wilayah tersebut, sementara Garda Revolusi Iran menyerukan penduduk negara tetangga untuk menjauhi pangkalan militer AS.

Dampak geopolitik dari konflik ini mulai terasa, termasuk potensi gangguan ekonomi global dan krisis energi. Dengan Militer AS Naik ke Tanker Berbendara Komoro di Laut Arab, belum ada tanda-tanda deeskalasi. Kedua pihak terus menunjukkan sikap keras, dan diplomasi masih menemui jalan buntu. Ketegangan di kawasan diperkirakan akan berlanjut dalam waktu dekat.

Exit mobile version