FaktaHari – 22 Juli 2026 | Jepang protes usai China-Rusia gelar latihan tembak di ZEE Jepang pada Minggu (19/7) lalu. Latihan gabungan Angkatan Laut kedua negara itu terdeteksi di sekitar Pulau Okinotori, wilayah terpencil di selatan Jepang. Tokyo langsung menyampaikan protes diplomatik dan meningkatkan kewaspadaan di perairan dan udara.
Menurut laporan Kementerian Pertahanan Jepang, sebuah kapal perusak rudal kelas Luyang III milik Angkatan Laut China terlihat melakukan latihan tembak bersama sebuah fregat Rusia sekitar pukul 02.00 dini hari. Lokasinya sekitar 180 kilometer barat daya Pulau Okinotori, di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang. Sebelumnya, armada tiga kapal China dan satu kapal Rusia pertama kali terdeteksi 330 kilometer barat daya pulau yang sama, bergerak ke arah timur laut.
Jepang protes usai China-Rusia gelar latihan tembak di ZEE tersebut melalui saluran diplomatik. Juru bicara Pemerintah Jepang, Minoru Kihara, menyatakan bahwa latihan semacam itu dapat membahayakan keselamatan pelayaran kapal-kapal lain di sekitar. Menurut Kihara, Tokyo memandang latihan gabungan ini sebagai bagian dari langkah kedua militer untuk memperkuat kerja sama mereka. Ini merupakan kali pertama Kementerian Pertahanan Jepang mendeteksi latihan tembak langsung oleh China di dalam ZEE Jepang dan mengungkapkannya ke publik.
Ketegangan antara Tokyo dan Beijing meningkat sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi melontarkan komentar kontroversial mengenai Taiwan pada November tahun lalu. Komentar itu memicu kemarahan China. Aktivitas militer bersama China-Rusia di sekitar Jepang juga meningkat dalam sebulan terakhir, termasuk penerbangan bersama pesawat pengebom di atas perairan sekitar Jepang dan latihan angkatan laut bulan ini.
Jepang protes usai China-Rusia gelar latihan tembak di ZEE telah memicu respons cepat dari Tokyo. Kihara mengatakan bahwa Jepang mengerahkan aset udara dan laut untuk mengawasi dan memantau situasi. “Kami akan terus memantau dengan penuh perhatian perilaku kapal-kapal China dan Rusia di perairan sekitar negara kami,” tambahnya.
Latihan tembak langsung ini juga bertepatan dengan meningkatnya ketegangan di kawasan, termasuk insiden saling kejar antara kapal penjaga pantai Jepang dan China di dekat pulau-pulau yang disengketakan di Laut China Timur. Jepang menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan perairan dan kedaulatan wilayahnya.
Hubungan diplomatik Jepang dengan kedua negara besar itu diperkirakan akan semakin tegang. Jepang protes usai China-Rusia gelar latihan tembak di ZEE menunjukkan bahwa Tokyo tidak akan tinggal diam terhadap aktivitas militer yang dianggap mengancam. Pengamat menilai kerja sama militer China-Rusia di sekitar Jepang adalah sinyal bahwa kedua negara semakin solid dalam menghadapi kepentingan bersama di kawasan Indo-Pasifik.
