FaktaHari – 22 Juli 2026 | Jakarta – Musisi Bebi Romeo dilanda syok berat setelah putranya, Muhammad Bambang Arr Ray Bach, nyaris tenggelam saat liburan di Bali. Insiden mencekam itu membuat Bebi terus menyalahkan diri sendiri. Meisya Siregar, istri Bebi Romeo, mengungkapkan bahwa sang suami masih dihantui rasa bersalah. “Dia nyalahin diri sendiri,” ujar Meisya saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).
Peristiwa tragis itu terjadi pada malam Minggu di sebuah pantai di Bali. Saat itu, Bambang yang berusia 10 tahun bermain bersama sahabatnya dari Jakarta. Meisya sempat mengingatkan anaknya untuk tidak bermain terlalu jauh ke tengah laut. Namun, ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret Bambang hingga menghilang dari pandangan. Beruntung, seorang pengunjung lain berhasil menarik Bambang ke tepi. “Bambang datang dalam keadaan nangis histeris, baru dia cerita ‘Bambang tadi tenggelam’,” kenang Meisya.
Kejadian ini membuat Bebi Romeo syok berat. Ia terus mengulangi permintaan maaf kepada Bambang. “Bolak-balik papanya cuma ngomong, ‘Bang, maafin Papa ya, harusnya Papa yang ada di situ, harusnya Papa yang narik Bambang, bukan orang lain,’” kata Meisya menirukan suaminya. Bebi bahkan belum sanggup melihat unggahan Meisya tentang insiden tersebut. “Dia masih ngerasa jadi bapak yang gagal,” tambah Meisya.
Meisya Siregar menegaskan bahwa suaminya masih dalam fase penyembuhan. “Sampai sekarang dia nggak mau accept collaboration sama aku, jadi dia nggak mau posting. Dia masih belum bisa memaafkan dirinya,” ujarnya. Meski demikian, Meisya memberikan ruang bagi Bebi untuk pulih dengan caranya sendiri. Ia percaya setiap orang memiliki waktu yang berbeda untuk menyembuhkan luka batin.
Insiden nyaris tenggelam di Bali itu juga meninggalkan trauma mendalam bagi seluruh keluarga. Meisya mengaku tidak sanggup menonton ulang video saat ombak menggulung anaknya. “Sepenggal cerita di Bali yang cukup memukul buat kami. Tadinya enggak mau buka-buka videonya lagi. Enggak sanggup,” tulis Meisya di Instagram. Sebelum kejadian, keluarga ini sangat menikmati liburan pantai setiap hari. “Hingga hari itu, ketika kami lemah, kami duduk agak jauh dari bibir pantai, membiarkan Bambang bermain bersama sahabatnya, tanpa benar-benar mengawasi setiap detiknya,” tuturnya.
Bebi Romeo, yang dikenal sebagai pencipta lagu “Bunga Terakhir”, kini terus mendampingi Bambang pasca-insiden. Rasa takut kehilangan membuatnya enggan berpisah sedikit pun dari sang anak. Meisya berharap suaminya bisa berdamai dengan diri sendiri secara perlahan. “Aku tahu ini masih masa penyembuhan, dan aku tahu banget orang itu beda-beda fase untuk menyembuhkan luka,” ucapnya.
Kisah ini menjadi pengingat betapa pentingnya pengawasan orang tua saat anak bermain di pantai. Meski Bambang selamat, trauma yang dialami Bebi Romeo membuktikan bahwa rasa bersalah bisa menghantui siapa pun. Putranya nyaris tenggelam di Bali, Bebi Romeo syok berat, Meisya Siregar: dia nyalahin diri sendiri. Semoga keluarga ini segera pulih dan kejadian serupa tidak terulang.
