Berita  

IRGC Rilis Video Drone Iran Hantam Kapal Tanker di Selat Hormuz, Taktik Operasi Nasr 2 Berlanjut

IRGC Rilis Video Drone Iran Hantam Kapal Tanker di Selat Hormuz, Taktik Operasi Nasr 2 Berlanjut
IRGC Rilis Video Drone Iran Hantam Kapal Tanker di Selat Hormuz, Taktik Operasi Nasr 2 Berlanjut

FaktaHari – 19 Juli 2026 | Teheran – Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis rekaman video yang menunjukkan serangan drone Iran terhadap sebuah kapal tanker minyak di Selat Hormuz. Video tersebut dirilis pada Jumat, 17 Juli 2026, dan diklaim sebagai bagian dari gelombang terbaru Operasi Nasr 2. Dalam keterangannya, IRGC menyebut kapal tanker itu sebagai kapal ‘bermusuhan’ yang melintas tanpa izin dari angkatan laut Iran. Rekaman ini menjadi bukti nyata bahwa IRGC rilis video drone Iran hantam kapal tanker di Selat Hormuz, taktik operasi Nasr 2 berlanjut [titlebase] dengan sasaran yang semakin meluas.

Tidak hanya serangan drone, IRGC juga mengklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Pada hari yang sama, IRGC mengaku menghancurkan dua pesawat jet tempur AS di Pangkalan Udara Al Azraq, Yordania, serta menyerang dermaga pendukung bahan bakar di Pelabuhan Al Ahmadi, Kuwait. Serangan tersebut merupakan respons atas agresi AS yang menargetkan infrastruktur sipil Iran. IRGC rilis video drone Iran hantam kapal tanker di Selat Hormuz, taktik operasi Nasr 2 berlanjut [titlebase] dengan mengombinasikan serangan darat, laut, dan udara.

Selain itu, IRGC mengklaim berhasil menghancurkan pusat kecerdasan buatan (AI) utama dan depot drone milik AS di Bahrain. Serangan ini disebut sebagai balasan atas serangan AS yang menewaskan warga sipil Iran. IRGC memperingatkan bahwa jika AS terus menargetkan jembatan dan infrastruktur transportasi di Iran, maka mereka akan menyerang aset-aset teknologi informasi dan AI milik perusahaan AS di negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.

Sementara itu, situasi di Selat Hormuz semakin tidak menentu. IRGC mengklaim dua kapal tanker minyak meledak akibat ranjau yang dipasang oleh badan intelijen AS di selatan Selat Hormuz. Namun, Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai propaganda. Imbas konflik ini, lalu lintas kapal di Selat Hormuz anjlok drastis, dari sekitar 110 kapal per hari menjadi hanya tiga kapal dalam 24 jam. IRGC rilis video drone Iran hantam kapal tanker di Selat Hormuz, taktik operasi Nasr 2 berlanjut [titlebase] mempertegas eskalasi yang semakin sulit dikendalikan.

Operasi Nasr 2 disebut menggunakan taktik khusus, yakni serangan berlapis yang menggabungkan rudal balistik, drone, dan ranjau laut. IRGC menyatakan bahwa operasi ini akan terus berlanjut hingga AS menghentikan agresinya. Ketegangan antara Iran dan AS memuncak setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan kesepakatan gencatan senjata pada 9 Juli lalu. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda deeskalasi, dan Selat Hormuz—jalur vital minyak dunia—masih dalam kondisi tidak aman.

Kesimpulannya, serangan terbaru IRGC, termasuk perekaman video drone yang menyerang kapal tanker, menunjukkan bahwa strategi Operasi Nasr 2 masih berjalan dengan intensitas tinggi. Dunia internasional kini menanti respons AS dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global, terutama pasokan minyak yang bergantung pada Selat Hormuz.

Exit mobile version