Berita  

Eskalasi Memanas: 7 Warga Iran Tewas, 9 Luka-luka Akibat Serangan Terbaru Amerika Serikat

Eskalasi Memanas: 7 Warga Iran Tewas, 9 Luka-luka Akibat Serangan Terbaru Amerika Serikat
Eskalasi Memanas: 7 Warga Iran Tewas, 9 Luka-luka Akibat Serangan Terbaru Amerika Serikat

FaktaHari – 18 Juli 2026 | 7 warga Iran tewas, 9 luka-luka akibat serangan terbaru Amerika Serikat di Kota Bandar e Khamir, Iran selatan, pada Kamis (16/7/2026). Serangan ini mempertegas runtuhnya gencatan senjata yang disepakati kedua negara pertengahan Juni lalu. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim serangan itu sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.

Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa sejak pertempuran kembali pecah pada 22 Juni, total 38 orang tewas dan lebih dari 400 luka-luka. Dari jumlah tersebut, tiga wanita dan satu anak di bawah 18 tahun menjadi korban jiwa. “Di antara mereka ada 22 wanita yang terluka, sembilan orang di bawah 18 tahun terluka, dan satu anak tewas,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour.

Serangan terbaru AS tidak hanya menyasar Bandar e Khamir, tetapi juga bandara, stasiun kereta api, dan jembatan di Provinsi Hormozgan. Televisi pemerintah IRIB melaporkan tiga ledakan terdengar di sekitar Bandara Iranshahr. Sementara itu, stasiun kereta api Bandar Abbas menjadi sasaran, melukai dua warga. “Tiga ledakan terdengar di sekitar bandara dan setidaknya satu proyektil musuh Amerika menghantam bandara Iranshahr,” tulis IRIB di Telegram.

Iran membalas dengan meluncurkan gelombang serangan ke-12 yang menargetkan pangkalan militer AS di Kuwait. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim berhasil menghancurkan radar, depot senjata, dan dua sistem HIMARS di pangkalan tersebut. Serangan ini merupakan bagian dari kampanye militer Teheran untuk menekan negara Teluk yang menampung pasukan AS. 7 warga Iran tewas, 9 luka-luka akibat serangan terbaru Amerika Serikat menjadi pemicu utama gelombang balasan ini.

Presiden AS Donald Trump telah menyatakan bahwa gencatan senjata tidak lagi berlaku. Gedung Putih masih membuka pintu diplomasi, namun serangan terus berlanjut. “Presiden akan meminta pertanggungjawaban mereka ketika mereka mengingkari kata-kata yang mereka sampaikan kepada Amerika Serikat,” ujar Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.

Situasi di Selat Hormuz semakin genting. Jalur pelayaran internasional itu resmi ditutup total setelah AS dan Iran saling serang. Para analis memperingatkan bahwa eskalasi ini bisa berdampak pada pasokan minyak global. Iran menuduh AS melanggar MoU damai yang ditandatangani pada 18 Juni. Di sisi lain, AS menganggap Iran sebagai ancaman bagi keamanan maritim.

Data terbaru menunjukkan 7 warga Iran tewas, 9 luka-luka akibat serangan terbaru Amerika Serikat di Bandar e Khamir, sementara puluhan lainnya menjadi korban di wilayah lain. Krisis kemanusiaan mulai terlihat dengan banyaknya warga sipil yang terkena dampak. Komunitas internasional mendesak kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan sebelum konflik meluas menjadi perang regional.

Pertempuran yang berlangsung sejak Februari 2026 ini telah menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan lainnya. 7 warga Iran tewas, 9 luka-luka akibat serangan terbaru Amerika Serikat hanyalah satu dari sekian banyak insiden berdarah yang terjadi dalam sepekan terakhir. Tanpa langkah de-eskalasi yang serius, warga sipil akan terus menjadi korban dari rivalitas dua kekuatan besar di Timur Tengah.

Exit mobile version