Berita  

Basarnas Perluas Radius Pencarian 24 Korban Hilang Akibat KM Nurul Salsa Tenggelam

Basarnas Perluas Radius Pencarian 24 Korban Hilang Akibat KM Nurul Salsa Tenggelam
Basarnas Perluas Radius Pencarian 24 Korban Hilang Akibat KM Nurul Salsa Tenggelam

FaktaHari – 17 Juli 2026 | Basarnas perluas radius pencarian 24 korban hilang akibat KM Nurul Salsa tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Hingga hari ketiga operasi SAR, Jumat (17/7/2026), tim gabungan masih berupaya menemukan puluhan penumpang yang belum ditemukan. Kapal layar motor tersebut dilaporkan mengalami mati mesin pada Rabu (15/7) pukul 05.00 WITA saat berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, hingga akhirnya tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 mil laut dari pelabuhan tujuan.

Data terkini dari Basarnas Makassar mencatat total 74 orang berada di atas kapal. Dari jumlah tersebut, 49 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, dan 24 orang masih dalam pencarian. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memastikan pihaknya telah mengerahkan kapal bantuan dan berkoordinasi penuh dengan Basarnas untuk mempercepat proses pencarian. “Kami berkoordinasi dan telah kerahkan kapal bersama Basarnas Makassar. Mohon doanya agar penumpang dalam pencarian segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya dalam keterangan, Jumat.

Kategori Jumlah
Total penumpang 74 orang
Selamat 49 orang
Meninggal dunia 1 orang
Masih hilang 24 orang

Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa operasi SAR diperluas dengan mengerahkan berbagai aset, termasuk KN SAR Kamajaya, KRI Marlin, kapal nelayan, dan pesawat Boeing B737-200 dari Lanud Hasanuddin. “Pada hari ketiga operasi, kami menambah kekuatan SAR dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya dan pesawat Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin,” kata Arif. Pesawat tersebut membawa 17 personel untuk memantau area seluas 90 nautical mile persegi, sementara KRI Marlin menyisir sektor I seluas 102 nautical mile persegi. Pembagian sektor berdasarkan analisis SARMAP bertujuan memaksimalkan pencarian di perairan yang berpotensi menjadi lokasi korban.

Basarnas perluas radius pencarian 24 korban hilang akibat KM Nurul Salsa tenggelam juga melibatkan unsur TNI AL, TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, dan nelayan setempat. Kondisi gelombang setinggi 2,5 meter menjadi tantangan bagi tim di lapangan. Gubernur Sulsel mengapresiasi sinergi semua pihak dan meminta doa masyarakat. Sementara itu, proses verifikasi data penumpang terus dilakukan, mengingat adanya perbedaan data awal (50 orang) dengan jumlah aktual (74 orang).

Operasi SAR masih terus berlangsung dengan fokus di perairan barat Pulau Polassi. Dengan perluasan radius pencarian, Basarnas berharap 24 korban hilang akibat KM Nurul Salsa tenggelam dapat segera ditemukan. “Tim di lapangan akan terus bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Kami juga memohon doa dari masyarakat agar seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” tutup Muhammad Arif Anwar. Basarnas perluas radius pencarian kali ini menunjukkan komitmen penuh dalam upaya penyelamatan jiwa.

Exit mobile version