Berita  

Safrizal ZA Dorong Akselerasi Stimulan dan Huntap untuk Pemulihan Pascabencana Aceh

Safrizal ZA Dorong Akselerasi Stimulan dan Huntap untuk Pemulihan Pascabencana Aceh
Safrizal ZA Dorong Akselerasi Stimulan dan Huntap untuk Pemulihan Pascabencana Aceh

FaktaHari – 16 Juli 2026 | Banda Aceh – Kaposwil Satgas PRR Aceh Safrizal ZA Dorong Percepatan Stimulan dan Huntap LPP RRI menjadi seruan utama dalam rapat koordinasi yang digelar di Banda Aceh, Rabu (15/7). Safrizal ZA, selaku Kepala Pos Wilayah Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, meminta seluruh jajaran BPBD kabupaten/kota untuk segera mengakselerasi penyerapan dana stimulan rumah serta mempercepat pembangunan Hunian Tetap (Huntap). Penegasan ini disampaikan mengingat masa transisi darurat menuju pemulihan pascabencana di Aceh akan berakhir pada 30 Juli 2026.

“Saya minta seluruh jajaran BPBD segera akselerasi penyerapan dana dan percepat progres Huntap. Hindari penundaan lagi, dan lakukan jemput bola agar hak masyarakat terpenuhi tepat waktu,” tegas Safrizal ZA. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan masyarakat terdampak bencana segera mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Berdasarkan data per 14 Juli 2026, BNPB telah menyalurkan dana stimulan ke BPBD di Aceh dengan total transfer mencapai Rp653,7 miliar. Dari jumlah tersebut, dana sebesar Rp570,03 miliar telah masuk ke rekening masyarakat. Adapun total realisasi belanja untuk seluruh wilayah Provinsi Aceh mencapai Rp240.576.246.500. Capaian ini menunjukkan bahwa percepatan penyerapan dana masih perlu ditingkatkan, terutama di daerah dengan realisasi rendah.

Kabupaten Aceh Tamiang mencatatkan realisasi belanja tertinggi di Aceh, yakni Rp140,9 miliar. Sebaliknya, Kabupaten Gayo Lues menjadi daerah dengan realisasi terendah, sehingga mendapat atensi khusus dari Satgas PRR. Kaposwil Satgas PRR Aceh Safrizal ZA Dorong Percepatan Stimulan dan Huntap LPP RRI juga diimplementasikan dengan pemantauan ketat terhadap progres pembangunan Huntap.

Sementara itu, untuk kategori rumah rusak berat, pemerintah menargetkan penyelesaian 12.671 unit Huntap. Hingga saat ini, sebanyak 398 unit dalam tahap pembangunan dan 85 unit telah rampung. Capaian ini masih jauh dari target, sehingga Satgas terus mendorong efektivitas kerja di lapangan. “Kita tidak boleh lengah. Setiap hari berarti bagi masyarakat yang masih menunggu rumah mereka,” ujar Safrizal.

Kaposwil Satgas PRR Aceh Safrizal ZA Dorong Percepatan Stimulan dan Huntap LPP RRI bukan sekadar instruksi, melainkan komitmen untuk memastikan tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di tempat tidak layak. Pihak Satgas mengingatkan bahwa periode transisi darurat menuju pemulihan akan segera berakhir, sehingga semua pihak harus bergerak cepat.

Dalam rapat tersebut, Safrizal juga menekankan pentingnya koordinasi antara BPBD kabupaten/kota dengan Satgas pusat. Data realisasi dana dan progres fisik harus diperbarui secara berkala agar dapat dievaluasi. Langkah jemput bola dinilai efektif untuk menjangkau masyarakat yang belum menerima bantuan.

Selain itu, Satgas juga menyoroti kendala di lapangan, seperti keterbatasan aksesibilitas dan cuaca ekstrem yang mempengaruhi pembangunan. Meski demikian, Safrizal optimistis target dapat tercapai dengan kerja keras bersama. “Kita harus memastikan bahwa setiap rupiah dana stimulan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan total dana stimulan yang sudah tersalurkan, diharapkan percepatan pembangunan Huntap dapat berjalan lebih masif. Pemerintah provinsi juga berkomitmen untuk mendukung penuh program ini. Kaposwil Satgas PRR Aceh Safrizal ZA Dorong Percepatan Stimulan dan Huntap LPP RRI menjadi pilar utama dalam pemulihan pascabencana di Aceh.

Kesimpulannya, langkah tegas Safrizal ZA dalam mendorong percepatan stimulan dan Huntap merupakan respons atas kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana. Dengan deadline yang semakin dekat, seluruh elemen harus bersinergi agar setiap keluarga segera memiliki hunian tetap yang layak. Satgas PRR Aceh berkomitmen untuk terus memantau dan mengawal proses ini hingga tuntas.

Exit mobile version