FaktaHari – 16 Juli 2026 | Pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (15/7/2026) berlangsung meriah. Acara yang digelar di Lapangan Desa Mlideg itu tidak hanya dihadiri oleh pejabat daerah dan TNI, tetapi juga dimeriahkan dengan pertunjukan budaya yang memukau. Tari Api Kayangan bikin pembukaan TMMD 129 Bojonegoro spektakuler, karena tarian khas ini berhasil menyedot perhatian seluruh tamu undangan dan warga yang hadir.
Pertunjukan Tari Api Kayangan merupakan garapan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro. Gerakan para penari yang kompak dipadukan dengan iringan musik tradisional berhasil menciptakan suasana semarak sejak awal upacara. Kehadiran Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, serta jajaran Forkopimda turut menambah kemeriahan acara. Momen ini pun menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan bakat mereka di depan publik.
Heni, siswi kelas IX SMP Negeri 3 Kedungadem, merupakan salah satu penari yang tampil. Ia mengaku senang dan bangga bisa menjadi bagian dari perhelatan akbar ini. “Senang sekali bisa ikut tampil di depan Bapak Bupati, Bapak Dandim, jajaran TNI dan seluruh tamu undangan. Ini menjadi kebanggaan bagi saya, dan teman-teman karena bisa menunjukkan kreativitas melalui seni budaya daerah,” ucapnya. Baginya, keterlibatan dalam TMMD menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Program TMMD sendiri merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa. Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga nonfisik untuk meningkatkan kesejahteraan warga. “Melalui program ini, berbagai sasaran fisik maupun nonfisik akan dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Sementara penampilan Tari Api Kayangan menjadi bukti bahwa pembangunan juga dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya lokal,” kata Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.
Kemeriahan pertunjukan pun mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Banyak warga yang mengabadikan penampilan para penari menggunakan telepon genggam. Antusiasme ini menunjukkan betapa pentingnya pelestarian seni budaya lokal di tengah pembangunan infrastruktur. Tari Api Kayangan bikin pembukaan TMMD 129 Bojonegoro spektakuler bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga simbol bahwa pembangunan dan budaya bisa berjalan beriringan.
Heni berharap pelaksanaan TMMD ke-129 tidak hanya membawa percepatan pembangunan infrastruktur di Desa Kesongo, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kemajuan Kecamatan Kedungadem secara keseluruhan. “Pelestarian seni budaya lokal, juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah agar tetap berakar pada nilai-nilai budaya sekaligus mampu menarik perhatian masyarakat,” tambah Heni. Harapannya, kegiatan serupa bisa terus digelar untuk memperkuat identitas budaya Bojonegoro.
Program TMMD ke-129 di Bojonegoro akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan. Berbagai sasaran fisik seperti perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas umum akan dikerjakan bersama-sama. Sementara itu, sasaran nonfisik meliputi penyuluhan kesehatan, bela negara, dan wawasan kebangsaan. Kehadiran Tari Api Kayangan di pembukaan menjadi daya tarik tersendiri yang membuat acara semakin berkesan. Tari Api Kayangan bikin pembukaan TMMD 129 Bojonegoro spektakuler sekaligus mengingatkan bahwa pembangunan tidak melupakan akar budaya.
Dalam konteks yang lebih luas, keterlibatan pelajar dalam pertunjukan budaya seperti ini juga memberikan dampak positif bagi generasi muda. Mereka tidak hanya belajar tentang seni, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan pejabat dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat TMMD yang mengedepankan gotong royong dan kebersamaan. Dengan demikian, acara pembukaan TMMD ke-129 tidak hanya sekadar seremoni, melainkan juga ajang untuk memperkuat tali silaturahmi dan melestarikan kearifan lokal.
Kesimpulannya, perpaduan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian seni budaya dalam TMMD ke-129 di Bojonegoro menjadi contoh nyata sinergi yang harmonis. Tari Api Kayangan bikin pembukaan TMMD 129 Bojonegoro spektakuler dan menjadi magnet tersendiri bagi publik. Diharapkan program ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi daerah lain untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam setiap langkah pembangunan.











