Andoni Iraola Diuji: Liverpool Menang Dramatis, tapi Pertahanan Rapuh Jadi Sorotan

Andoni Iraola Diuji: Liverpool Menang Dramatis, tapi Pertahanan Rapuh Jadi Sorotan
Andoni Iraola Diuji: Liverpool Menang Dramatis, tapi Pertahanan Rapuh Jadi Sorotan

FaktaHari – 21 Oktober 2026 | Kemenangan dramatis Liverpool atas Villarreal di Liga Champions menyisakan pekerjaan rumah besar bagi Andoni Iraola. Meski The Reds berhasil comeback dari ketertinggalan dua gol dan menang 4-3, lini pertahanan yang rapuh menjadi perhatian utama. Dalam empat laga terakhir di semua kompetisi, Liverpool sudah kebobolan 10 gol, dan Andoni Iraola pun mengakui bahwa timnya terlalu santai saat unggul 4-2 di penghujung laga.

Laga di Anfield, Selasa (20/10/2026) waktu setempat, berjalan penuh drama. Villarreal sempat memimpin dua gol lebih dulu setelah Georges Mikautadze dan Sergi Cardona memanfaatkan kesalahan lini belakang The Reds. Namun, Alexis Mac Allister dan Ronald Araujo membalas sebelum jeda untuk menyamakan skor. Selepas turun minum, Rio Ngumoha kembali berperan lewat umpan silang yang dituntaskan Mac Allister pada menit ke-65. Florian Wirtz memperbesar keunggulan Liverpool, sementara gol Tani Oluwaseyi pada menit ke-87 membuat akhir laga tegang, sebelum skor 4-3 bertahan.

Kemenangan ini menjadi yang ketiga beruntun bagi Liverpool di fase liga Liga Champions. Ngumoha juga mencatat rekor pribadi sebagai pemain termuda ketiga yang membukukan lebih dari satu assist dalam satu pertandingan Liga Champions, pada usia 18 tahun dan 52 hari. Andoni Iraola pun memuji perkembangan sang winger. “Saya sangat senang dengan Rio. Dia berusaha memperbaiki semua hal yang kami coba benahi. Dia sekarang lebih sering bermain di sisi kanan dan mampu beradaptasi dengan sangat baik,” kata Iraola.

Meski meraih kemenangan, Andoni Iraola tidak menutup mata terhadap kelemahan timnya. “Kami mungkin bermain terlalu santai di penghujung laga,” ujarnya. “Dan mereka lawan yang hebat jadi tentu saja mereka bisa manfaatkan peluang.” Kapten Virgil van Dijk juga mengakui buruknya awal pertandingan. “Awal yang buruk. Saya rasa pepatahnya adalah Anda berjuang di tanjakan dan sebagai bek sangat sulit untuk bangkit dari itu. Saya mencoba tetapi itu hari yang buruk bagi saya secara pribadi, tetapi kami melakukannya bersama dengan 11 pemain,” kata Van Dijk.

Di sisi lain, Andoni Iraola menunjukkan karakter kuat Liverpool musim ini. Tercatat, ini adalah ketiga kalinya dalam 11 pertandingan The Reds bangkit dari ketertinggalan untuk menang, melampaui capaian musim lalu yang hanya dua kali. “Tentu saja kami tidak ingin berada di posisi di mana kami harus bangkit dari apa pun dan itulah yang saya lakukan sejak awal. Tetapi kemudian ada perlawanan dan momen-momen yang kami ciptakan,” tambah Van Dijk.

Selain masalah pertahanan, Andoni Iraola juga disinggung soal rumor transfer Gilberto Mora, wonderkid Meksiko berusia 18 tahun dari Tijuana. Dengan hati-hati, Iraola menolak berkomentar. “Saya tidak bisa berbicara tentang pemain yang bukan milik kami, kan? Pada akhirnya, ada rasa hormat. Dan harus ada rasa hormat antar klub dan baiklah, jika Anda mengizinkan saya, saya tidak punya pendapat, tetapi saya lebih memilih untuk tidak berkomentar, bukan tentang pemain yang bukan dari Liverpool,” ujarnya kepada TNT Sports Mexico.

Dengan performa apik Ngumoha dan semangat comeback yang tinggi, Liverpool memang menunjukkan daya juang luar biasa. Namun, rapuhnya lini belakang menjadi PR besar bagi Andoni Iraola. Jika tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin masalah ini akan kembali menghantui The Reds di laga-laga penting berikutnya. Kemenangan dramatis atas Villarreal boleh saja menjadi modal berharga, tetapi tanpa perbaikan di sektor pertahanan, langkah Liverpool di kompetisi Eropa dan domestik bisa saja terhenti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *