FaktaHari – 21 Oktober 2026 | Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan, An Se Young, resmi mengukir namanya sebagai pemain paling berprestasi sepanjang sejarah nomor tunggal putri. Gelar internasional ke-47 yang diraihnya di Denmark Open 2026 menjadi momen bersejarah yang melampaui rekor legenda Indonesia, Susy Susanti.
Dalam final yang berlangsung sengit di Odense, Minggu (18/10/2026), An Se Young menundukkan wakil Jepang, Akane Yamaguchi, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-23, 21-14, dan 21-18. Kemenangan ini tidak hanya mempertahankan gelarnya di Denmark Open, tetapi juga membawanya melewati torehan 46 gelar milik Susy Susanti yang bertahan selama puluhan tahun.
Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menjelaskan bahwa perhitungan gelar tersebut didasarkan pada pendataan sejak 1989, dengan mengecualikan turnamen tingkat regional. Susy Susanti sendiri mengoleksi 46 gelar sebelum gantung raket pada 1997. Sementara itu, mantan bintang Spanyol Carolina Marin menyusul dengan 39 gelar.
Meski mencatat rekor fantastis, An Se Young mengaku enggan terlalu terbebani oleh angka dan statistik. Ia menegaskan fokus utamanya adalah tampil maksimal di setiap pertandingan. “Saya ingin mencetak banyak sejarah dan memecahkan rekor, tetapi fokus saya adalah menjalani pertandingan satu demi satu,” ujarnya.
Kemenangan di Odense tidak datang dengan mudah. An Se Young sempat kehilangan gim pertama setelah unggul 18-15. Ia juga sempat tertinggal di gim kedua dan ketiga. Bahkan, ia terlihat kesakitan pada pergelangan kakinya di gim penentuan. Namun, kegigihan dan ketenangannya berhasil membalikkan keadaan.
Di usia 24 tahun, An Se Young telah mengukuhkan posisinya sebagai ratu bulu tangkis dunia. Ia telah menduduki peringkat satu dunia selama 105 pekan berturut-turut. Gelar emas Asian Games 2026 juga menambah koleksi prestasinya.
Setelah menorehkan sejarah, An Se Young langsung bersiap untuk turnamen berikutnya, French Open 2026. Ia dijadwalkan menghadapi Denmark’s Amalie Schulz di babak 32 besar pada Rabu (21/10/2026). Awalnya, ia dijadwalkan bertemu P.V. Sindhu, namun perubahan terjadi akibat sejumlah pemain mundur.
Pertandingan melawan Schulz akan menjadi tantangan tersendiri karena keduanya belum pernah bertemu sebelumnya. Meski demikian, An Se Young tetap menjadi favorit. Kemenangan atas Schulz akan membawanya ke babak 16 besar, di mana ia berpotensi menghadapi petarung India, Tanvi Sharma, yang baru saja mengalahkan Isharani Baruah.
Rekor 47 gelar ini menegaskan dominasi An Se Young di dunia bulu tangkis. Ia tidak hanya melampaui prestasi legenda, tetapi juga menunjukkan konsistensi luar biasa. Dengan fokus dan kerja kerasnya, bukan tidak mungkin ia akan terus menambah koleksi gelar dan menciptakan sejarah baru.











