FaktaHari – 21 Oktober 2026 | PSS Sleman membuat keputusan taktis dengan memilih tetap tinggal di Surabaya setelah melakoni laga tandang pekan kelima BRI Super League 2026/27 melawan Persebaya Surabaya, Minggu (18/10) lalu. Keputusan ini diambil untuk menjaga kebugaran pemain sekaligus memaksimalkan waktu persiapan menjelang pertandingan berikutnya menghadapi Persik Kediri. Super Elang Jawa dijadwalkan menjalani laga pekan keenam dengan bertandang ke Stadion Brawijaya, Kediri, pada Kamis (22/10) sore.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, menjelaskan bahwa durasi perjalanan menjadi faktor utama di balik keputusan tersebut. Menurutnya, kembali ke Sleman sebelum bertolak lagi ke Kediri justru berpotensi mengurangi waktu istirahat pemain. “Kami memiliki opsi untuk kembali ke Yogyakarta. Namun, perjalanannya memakan waktu lima hingga enam jam. Jika pulang, kami hanya punya waktu satu hari sebelum berangkat lagi menuju Kediri dengan perjalanan empat jam,” jelas Huistra, Selasa (20/10/2026).
Selain mempertimbangkan efisiensi perjalanan, PSS juga memantau kondisi fisik pemain setelah pertandingan melawan Persebaya. Huistra menyampaikan bahwa para pemain menyelesaikan laga tersebut tanpa kendala fisik yang berarti dan kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya. “Saat ini semua pemain menyelesaikan pertandingan dengan baik. Semua tampak bugar dan siap bertanding melawan Persik Kediri,” tegasnya.
Terkait komposisi skuad yang akan dibawa ke Kediri, pelatih asal Belanda tersebut mengisyaratkan kemungkinan mempertahankan kelompok pemain yang sama. Menurutnya, belum ada alasan kuat untuk melakukan perubahan besar dalam daftar pemain yang disiapkan. “Saat ini, tidak ada alasan untuk melakukan perubahan. Jadi, kami kemungkinan akan memboyong 23 pemain yang sama ke Kediri,” pungkasnya.
Bagi PSS, persiapan menuju Kediri bukan hanya soal mematangkan strategi permainan, tetapi juga memastikan pemain memiliki waktu pemulihan yang memadai. Dengan memangkas perjalanan yang tidak diperlukan, tim pelatih berupaya menjaga kesiapan fisik skuad agar Super Elja dapat menghadapi Persik Kediri dengan kondisi yang optimal. Keputusan ini juga mencerminkan pendekatan profesional dalam manajemen tim, di mana efisiensi waktu dan energi menjadi prioritas utama.
Di sisi lain, tuan rumah Persik Kediri tengah berada dalam posisi negatif. Macan Putih kandas 0-1 saat melawat ke markas Persib Bandung pada laga sebelumnya. Sementara itu, PSS Sleman justru dalam tren positif. Sejak menang 3-0 melawan PSM Makassar, Minggu (11/10), PSS belum kalah dalam dua laga terakhir. Modal ini tentu menjadi bekal berharga bagi pasukan Pieter Huistra untuk melanjutkan momentum positif.
Dengan jeda pertandingan yang relatif singkat, pengelolaan waktu perjalanan dan pemulihan menjadi pertimbangan penting bagi tim pelatih. PSS Sleman memilih untuk beristirahat dan berlatih di Surabaya, yang dinilai lebih profesional. “Jadi, kami memutuskan bahwa lebih profesional untuk beristirahat di Surabaya, mengadakan latihan yang baik di Surabaya,” lanjut Huistra. Keputusan ini diharapkan dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi PSS dalam menghadapi Persik Kediri yang sedang berusaha bangkit dari kekalahan.
Laga Persik versus PSS akan dihelat di Stadion Brawijaya Kediri pada Kamis (22/10) sore pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim. PSS ingin mempertahankan tren positif dan meraih poin penuh, sementara Persik berambisi memanfaatkan dukungan suporter untuk kembali ke jalur kemenangan. Dengan persiapan matang dan kondisi fisik yang terjaga, PSS Sleman optimis dapat mencuri poin dari markas Persik Kediri.
Keputusan PSS untuk tetap di Surabaya juga menunjukkan fleksibilitas dan kecerdasan tim pelatih dalam mengelola sumber daya. Hal ini sejalan dengan tujuan jangka panjang tim untuk bersaing di papan atas BRI Super League 2026/27. Para penggemar PSS tentu berharap strategi ini berbuah manis dan membawa Super Elja meraih hasil maksimal di Kediri.











