Sengit! Sidang Senat AS Memanas, Hegseth dan Demokrat Bertengkar Soal Perang Iran – Dana Militer Hampir Habis

Sengit! Sidang Senat AS Memanas, Hegseth dan Demokrat Bertengkar Soal Perang Iran – Dana Militer Hampir Habis
Sengit! Sidang Senat AS Memanas, Hegseth dan Demokrat Bertengkar Soal Perang Iran – Dana Militer Hampir Habis

FaktaHari – 23 Juli 2026 | Sidang Senat AS memanas, Hegseth dan Demokrat bertengkar soal perang Iran dalam sidang Komite Alokasi Anggaran Senat, Selasa (21/7/2026). Menteri Perang AS Pete Hegseth didesak oleh Senator Demokrat Gary Peters untuk menjelaskan strategi Washington mengakhiri perang berkepanjangan dengan Iran. Alih-alih menjawab, Hegseth justru menuding Demokrat menderita ‘Trump Derangement Syndrome’ dan menghambat pendanaan bagi pasukan.

Ketegangan dimulai saat Peters mempertanyakan apakah pemerintahan Presiden Donald Trump memiliki rencana politik dan militer yang jelas. ‘Anda tidak memiliki strategi, Anda tidak memiliki rencana jangka panjang untuk memenangkan perang ini. Para prajurit mampu, tetapi mereka butuh kepemimpinan. Kapan Anda akan menunjukkan kepemimpinan?’ kata Peters, yang dikutip dari rekaman sidang. Sidang Senat AS memanas, Hegseth dan Demokrat bertengkar soal perang Iran dengan saling lempar tuduhan.

Hegseth membalas dengan nada tinggi. ‘Kapan Anda akan menunjukkan kepemimpinan dan menghadapi rekan-rekan Demokrat yang tidak mau mendanai pasukan? Anda berdiri di sini bicara soal pasukan, sementara Anda tidak punya keberanian politik untuk mendanai departemen kami karena Anda mengidap Trump derangement syndrome,’ ujar Hegseth. Sidang Senat AS memanas, Hegseth dan Demokrat bertengkar soal perang Iran menjadi pemandangan langka di tengah tekanan anggaran militer yang kritis.

Dalam kesaksiannya, Hegseth mengakui Pentagon mulai kekurangan dana untuk membiayai operasi militer di Iran. Perang yang dimulai pada 28 Februari 2026 itu telah menghabiskan sedikitnya 37,5 miliar dolar AS (Rp 671 triliun), melonjak 8,5 miliar dolar dari estimasi sebelumnya. Ia meminta Kongres menyetujui tambahan dana darurat sebesar 67 miliar dolar AS (Rp 1.199 triliun) untuk menutup biaya perang, termasuk gaji personel, penggantian peralatan, dan amunisi.

Permintaan tersebut disambut skeptis oleh sejumlah senator. Mereka menilai pemerintahan Trump tidak memiliki tujuan akhir yang jelas: apakah hanya melemahkan militer Iran, membuka kembali Selat Hormuz, memaksa kesepakatan, atau mendorong perubahan rezim. Sidang Senat AS memanas, Hegseth dan Demokrat bertengkar soal perang Iran mencerminkan kebuntuan politik di Washington. Sementara itu, Senat juga membahas resolusi kewenangan perang yang diajukan untuk membatasi operasi militer Trump, menunjukkan kegelisahan bipartisan.

Hegseth menegaskan bahwa tanpa dana tambahan, operasi militer akan terganggu dan personel tidak akan dibayar. Namun, Demokrat menolak disalahkan dan mendesak strategi yang konkret. Perang Iran telah mengganggu keamanan kawasan dan perdagangan energi global. Hingga berita ini diturunkan, belum ada titik temu antara pemerintahan Trump dan Kongres.

Ketegangan dalam sidang tersebut menjadi sorotan publik. Publik menanti apakah Kongres akan menyetujui pendanaan atau justru memaksa perubahan kebijakan. Sidang Senat AS memanas, Hegseth dan Demokrat bertengkar soal perang Iran diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *