Como vs Venezia: Kemenangan 1-0 yang Ternoda Kontroversi VAR dan Insiden Perkataan Seksis

Como vs Venezia: Kemenangan 1-0 yang Ternoda Kontroversi VAR dan Insiden Perkataan Seksis
Como vs Venezia: Kemenangan 1-0 yang Ternoda Kontroversi VAR dan Insiden Perkataan Seksis

FaktaHari – 03 November 2026 | Pertandingan Como vs Venezia dalam lanjutan Liga Italia 2026/2027 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Minggu (1/11/2026) malam WIB, berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan tuan rumah. Gol tunggal Lucas Da Cunha dari titik penalti pada menit ke-43 menjadi penentu tiga poin bagi Como. Namun, laga Como vs Venezia tidak lepas dari kontroversi keputusan wasit dan insiden tidak menyenangkan yang melibatkan wasit Maria Sole Ferrieri Caputi.

Como langsung mengambil inisiatif sejak awal. Kapten Lucas Da Cunha sempat mengancam melalui tembakan kaki kiri, tetapi kiper Venezia, Filip Stankovic, masih mampu menepisnya. Pertandingan sempat diwarnai drama ketika wasit Ferrieri Caputi memberikan penalti kepada Venezia akibat bola mengenai tangan gelandang Luis Milla di kotak penalti. Namun, setelah meninjau tayangan VAR, wasit membatalkan keputusan tersebut. Kontroversi ini memicu reaksi dari kedua pelatih. Pelatih Como, Cesc Fabregas, mengaku melihat tangan Milla menyentuh bola. “Bagi saya itu jelas handball, saya berteriak ‘itu penalti’,” ujarnya. Sementara pelatih Venezia, Davide Nicola, justru memuji kinerja wasit. “Wasit hari ini bekerja sangat baik, saya tidak mengerti apa yang terjadi setelahnya dengan VAR. Tapi AIA harus menjelaskannya,” kata Nicola.

Keputusan VAR tersebut menuai kritik dari mantan wasit, Calvarese, yang menilai Ferrieri Caputi sebenarnya benar dan VAR telah membuatnya salah. Desainer wasit, Orsato, juga dikabarkan sangat kecewa dengan insiden ini. Yang lebih memprihatinkan, dalam siaran langsung DAZN terdengar kata-kata seksis yang ditujukan kepada Ferrieri Caputi, seperti “Pergi buat saus pasta atau menyedot debu”. Insiden ini membuat Procura Federale FIGC membuka investigasi. Jaksa Giuseppe Chinè tengah mengumpulkan bukti audio dan video dari kepolisian Como serta akan memanggil wasit dan staf di lapangan untuk dimintai keterangan.

Di sisi lain, kemenangan ini membawa Como kembali ke posisi empat besar klasemen dengan koleksi 23 poin dari 10 pertandingan, hanya terpaut tiga poin dari Lazio di puncak. Ini menjadi kemenangan keempat beruntun bagi tim asuhan Fabregas. Sebaliknya, Venezia semakin terpuruk di dasar klasemen dengan hanya mengumpulkan tiga poin dari 10 laga. Pertandingan Como vs Venezia juga mencatat beberapa peluang, termasuk tembakan Toma Basic pada masa injury time yang masih bisa diamankan kiper Como, Jean Butez.

Meskipun Como vs Venezia berakhir dengan kemenangan tuan rumah, sorotan publik tertuju pada kontroversi VAR dan insiden seksis yang mencoreng dunia sepak bola Italia. Investigasi FIGC diharapkan dapat mengungkap fakta dan memberikan keadilan, sekaligus menjadi momentum untuk menindak tegas segala bentuk diskriminasi terhadap wasit perempuan.

Dengan hasil ini, Como semakin percaya diri menatap persaingan papan atas, sementara Venezia harus segera bangkit dari keterpurukan jika ingin bertahan di Serie A. Laga Como vs Venezia akan dikenang bukan hanya karena gol kemenangan, tetapi juga karena pelajaran berharga tentang sportivitas dan penghormatan terhadap semua pihak di lapangan.

Exit mobile version