Senne Lammens Menepis Penalti, Tapi Manchester United Tetap Tenggelam di Stamford Bridge

Senne Lammens Menepis Penalti, Tapi Manchester United Tetap Tenggelam di Stamford Bridge
Senne Lammens Menepis Penalti, Tapi Manchester United Tetap Tenggelam di Stamford Bridge

FaktaHari – 03 November 2026 | Kiper Manchester United, Senne Lammens, tampil sebagai salah satu sorotan dalam kekalahan 0-2 timnya melawan Chelsea pada laga pekan kesembilan Premier League di Stamford Bridge, Sabtu (31/10/2026). Meski sempat menepis penalti Cole Palmer, Senne Lammens tetap tidak mampu menyelamatkan Setan Merah dari rentetan hasil buruk yang kian dalam. Kekalahan ini memperpanjang rekor tanpa kemenangan Manchester United menjadi sembilan pertandingan di semua kompetisi, terburuk sejak 1988.

Laga dimulai dengan tekanan Chelsea. Pedro Neto, yang menjadi motor serangan di sayap, beberapa kali menguji ketangguhan Senne Lammens. Pada menit ke-15, Neto melepaskan tembakan yang berhasil ditepis kiper asal Belgia itu, namun bola muntah disambar Estevao yang sayangnya sudah dalam posisi offside. Senne Lammens kembali menunjukkan refleksnya dengan menepis peluang Neto di babak kedua, meski pada akhirnya gawangnya tetap bobol dua kali.

Manchester United sebenarnya sempat memberi perlawanan di babak pertama. Amad Diallo beberapa kali merepotkan pertahanan Chelsea, dan Bruno Fernandes membuang peluang emas dengan tembakan yang melambung di atas mistar. Sementara itu, kiper Chelsea, Mike Penders, harus bekerja keras menepis dua peluang Diallo. Gol Matheus Cunha juga dianulir karena offside, membuat kedua tim mengakhiri babak pertama tanpa gol.

Babak kedua berjalan berbeda. Lima menit setelah jeda, Romeo Lavia merebut bola di tengah lapangan dan memberikan umpan kepada Morgan Rogers. Gelandang serang berharga 117 juta poundsterling itu menggiring bola melewati bek-bek Manchester United sebelum melepaskan tembakan chip yang melewati Senne Lammens. Gol tersebut menjadi gol keenam Rogers di Premier League musim ini, menambah koleksi kontribusinya menjadi 10 gol dan 4 assist.

Petaka bagi Manchester United datang pada menit ke-64. Lisandro Martinez dianggap melakukan pelanggaran di kotak penalti terhadap Wesley Fofana, dan wasit menunjuk titik putih sekaligus mengusir bek asal Argentina itu. Cole Palmer maju sebagai eksekutor, tetapi Senne Lammens berhasil menebak arah bola dan menepisnya. Sayang, bola pantul masih membentur tiang dan masuk ke gawang. Gol tersebut praktis mematikan asa Manchester United untuk bangkit, terlebih mereka harus bermain dengan 10 orang.

Di sisa pertandingan, Chelsea menguasai jalannya laga. Estevao kembali mencetak gol namun dianulir karena offside. Senne Lammens juga masih tampil sigap dengan menepis peluang Estevao lainnya. Manchester United nyaris memperkecil kedudukan di masa injury time melalui sundulan Bryan Mbeumo, tetapi bola membentur mistar gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk kemenangan Chelsea tetap bertahan.

Kemenangan ini membawa Chelsea naik ke peringkat keempat klasemen Premier League dengan 16 poin dari 9 laga. Sementara itu, Manchester United tertahan di posisi ke-16 dengan 7 poin, hanya berjarak satu angka dari zona degradasi. Posisi pelatih Michael Carrick semakin terancam setelah timnya gagal meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan liga berturut-turut. Tekanan publik terhadap Carrick pun semakin besar, meski Youri Tielemans menyatakan dukungannya kepada sang manajer.

Bagi Senne Lammens, penampilan menepis penalti Palmer setidaknya menjadi catatan positif di tengah keterpurukan tim. Namun, kesalahan kolektif dan lemahnya lini belakang Manchester United membuat usaha keras kiper berusia 24 tahun itu sia-sia. Laga melawan Chelsea menjadi cerminan betapa rapuhnya mentalitas Setan Merah saat ini, dan Senne Lammens hanya bisa berharap rekan-rekannya segera bangkit sebelum situasi semakin memburuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *