FaktaHari – 02 November 2026 | Klub Casa Pia kembali menjadi perhatian publik sepak bola Portugal. Gelandang asal Ghana, Lawrence Ofori, berada selangkah lagi menuju penampilan ke-100 di Primeira Liga. Pemain berusia 28 tahun itu telah mengoleksi 99 pertandingan di kasta tertinggi Portugal dan berpeluang mencapai tonggak bersejarah tersebut jika diturunkan oleh pelatih Filipe Coelho pada laga tandang melawan Alverca. Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi Ofori selama tujuh musim bersama empat klub berbeda, termasuk Casa Pia yang ia bela sejak pertengahan musim lalu.
Sejak bergabung dengan Casa Pia, Ofori langsung menjadi andalan di lini tengah. Di bawah asuhan Álvaro Pacheco, ia mampu menunjukkan performa impresif dan tetap dipercaya setelah pergantian pelatih. Musim ini, ia selalu menjadi starter dalam sepuluh jornada pertama, tanpa absen sekali pun. Kontribusinya pun terasa nyata: dua gol dan satu assist yang telah menghasilkan enam poin berharga bagi tim berjuluk Gansos tersebut. Golnya ke gawang Estrela da Amadora dalam kemenangan 2-0, serta assist saat mengalahkan Estoril 2-1, menjadi bukti peran vitalnya.
Namun, perjalanan Casa Pia musim ini tidak hanya tentang torehan individu Ofori. Klub yang berbasis di Lisbon ini juga diterpa kontroversi arbitrase. Dalam laga melawan Sporting CP, keputusan wasit Miguel Fonseca yang tidak memberikan kartu kuning kepada Benjamin Pauwels atas dugaan simulasi menuai kritik. Pakar arbitrase Jorge Coroado menilai bahwa Pauwels seharusnya dihukum kartu kuning, sementara VAR yang dipimpin Manuel Mota memilih tidak campur tangan. Insiden ini terjadi pada menit ke-46 dan sempat memicu protes dari kubu tuan rumah. Meski demikian, Sporting akhirnya menang 2-0 dalam pertandingan yang digelar di Rio Maior tersebut.
Di sisi lain, kekalahan dari Sporting juga menyisakan cerita menarik. Kiper Casa Pia, Patrick Sequeira, nekat naik ke area penalti lawan di menit-menit akhir untuk mencari gol penyama kedudukan. Namun, upaya tersebut justru berbuah petaka karena Geny Catamo dari Sporting berhasil mencetak gol ke gawang kosong, memastikan kemenangan Leões. Momen ini menjadi pelajaran berharga bagi skuad asuhan Filipe Coelho tentang pentingnya keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Di luar lapangan, nama Casa Pia juga sempat mencuat akibat insiden tak terduga. Sebuah helikopter milik Corpo de Bombeiros terlihat mendarat di area belakang Colégio Casa Pia, di bairro Calçada, Salvador, Brasil. Kejadian pada Minggu sore (1/11) itu menarik perhatian warga sekitar yang merekam momen pendaratan. Spekulasi pun muncul, mulai dari kehabisan bahan bakar hingga operasi penyelamatan. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan pendaratan tersebut. Meski demikian, insiden ini tidak mengganggu fokus Casa Pia dalam menghadapi jadwal padat Liga Portugal.
Kombinasi antara pencapaian individu Ofori, kontroversi arbitrase, dan even tak terduga di luar lapangan menjadikan Casa Pia sebagai klub yang selalu menarik untuk dibicarakan. Klub ini terus berupaya menunjukkan eksistensinya di kancah sepak bola Portugal, sembari menangani berbagai dinamika yang terjadi. Dengan performa Ofori yang impresif dan dukungan penuh dari tim, bukan tidak mungkin Casa Pia akan terus menorehkan sejarah baru di musim ini.
Keberhasilan Ofori mencapai 100 laga nanti akan menjadi cerminan kerja keras dan dedikasi seorang pemain Afrika di liga Eropa. Sementara itu, bagi Casa Pia, setiap pertandingan adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim promosi, melainkan kekuatan yang patut diperhitungkan. Kini, seluruh mata tertuju pada laga melawan Alverca: akankah Ofori mencatatkan namanya dalam sejarah, ataukah Casa Pia harus menunda perayaan?
