FaktaHari – 02 November 2026 | Sheffield United terus menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di Championship 2026/27. Kemenangan 1-0 atas Wrexham di Bramall Lane pada Jumat (30/10/2026) menjadi bukti bahwa pasukan Chris Wilder kembali ke jalur yang benar. Hasil tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan Sheffield United menjadi tiga pertandingan beruntun, sekaligus mengangkat mereka ke peringkat 10 klasemen dengan koleksi 10 poin dari lima laga terakhir. Kini, Sheffield United hanya berjarak tiga poin dari zona playoff, sebuah pencapaian yang tampak mustahil beberapa pekan lalu.
Gol tunggal Ben Brereton Díaz pada menit ke-32 menjadi pembeda dalam laga melawan Wrexham. Berawal dari umpan panjang Japhet Tanganga, Jordan Ayew berhasil berputar di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang ditepis kiper Anthony Patterson. Brereton Díaz yang berada di posisi tepat langsung menyambar bola rebound untuk mencetak gol pertamanya di liga musim ini setelah 12 pertandingan dan 745 menit tanpa gol. Gol tersebut disambut lega oleh pemain asal Chile itu. “Senang bisa memecahkan kebuntuan,” ujarnya kepada Sky Sports. Manajer Chris Wilder pun memberikan dukungan penuh. “Saya tahu kualitas dan karakternya. Banyak klub menginginkannya, dan kami senang dia memilih kami,” kata Wilder.
Kemenangan ini tidak lepas dari perubahan taktik dan motivasi yang diberikan Wilder. Sebelum laga, ia menantang para pemainnya untuk membawa momentum dari babak kedua saat melawan Derby County. Tantangan itu dijawab dengan penampilan agresif sejak menit awal. Romelle Donovan menjadi sorotan berkat aksinya di sayap kiri yang beberapa kali merepotkan pertahanan Wrexham. Ia mengirim umpan silang berbahaya pada menit ketiga yang nyaris dikonversi Ayew, dan terus menciptakan peluang sepanjang pertandingan. Kombinasi kecepatan Donovan, ketajaman Ayew, dan insting Brereton Díaz membuat lini serang Sheffield United kembali hidup.
Di sisi lain, laga berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya. Sheffield United dijadwalkan bertandang ke Deepdale untuk menghadapi Preston North End pada Selasa (3/11/2026). Tuan rumah sedang terpuruk di dasar klasemen dengan hanya mengoleksi satu poin dari lima laga terakhir di bawah asuhan Graham Alexander. Preston baru mencetak 10 gol dan kebobolan 27 gol dari 13 pertandingan, menjadikannya tim paling lemah dalam hal produktivitas dan pertahanan. Meski demikian, Sheffield United tidak boleh lengah. Rekor tandang mereka musim ini masih belum konsisten, dan laga melawan tim yang berjuang keras untuk bertahan hidup sering kali menyimpan kejutan.
Berikut perbandingan singkat kedua tim menjelang laga:
| Statistik | Preston North End | Sheffield United |
|---|---|---|
| Posisi liga | Ke-24 (dasar) | Ke-10 |
| Poin dari 5 laga terakhir | 1 | 10 |
| Gol dicetak | 10 | 18 |
| Gol kebobolan | 27 | 15 |
| Rekor kandang/tandang | 0 menang di kandang | 2 menang tandang |
Dengan modal kepercayaan diri yang tinggi, Sheffield United berpeluang besar untuk meraih poin penuh di Deepdale. Kemenangan akan semakin mendekatkan mereka ke posisi enam besar dan mempertegas ambisi promosi. Namun, Wilder tentu tidak ingin anak asuhnya terbuai. Ia menekankan pentingnya fokus dan kerja keras. “Kami harus tetap rendah hati. Setiap pertandingan adalah final,” tegasnya. Pertandingan melawan Preston akan menjadi pembuktian apakah kebangkitan Sheffield United ini berkelanjutan atau hanya euforia sesaat.
Secara keseluruhan, perjalanan Sheffield United musim ini menunjukkan bahwa kualitas individu dan kepemimpinan manajer yang tepat dapat mengubah nasib tim. Gol Brereton Díaz bukan sekadar angka, melainkan simbol kebangkitan mental para pemain. Jika mampu mempertahankan tren positif, bukan tidak mungkin Sheffield United kembali ke jajaran elit sepak bola Inggris dalam waktu dekat.
