Akane Yamaguchi Terpuruk di Bayang-Bayang An Se-young: ‘Saya Tak Bisa Menang’

Akane Yamaguchi Terpuruk di Bayang-Bayang An Se-young: 'Saya Tak Bisa Menang'
Akane Yamaguchi Terpuruk di Bayang-Bayang An Se-young: 'Saya Tak Bisa Menang'

FaktaHari – 29 Oktober 2026 | JAKARTA – Pebulu tangkis tunggal putri Jepang, Akane Yamaguchi, tengah berada di fase tersulit dalam kariernya. Meski masih menempati peringkat kedua dunia, Akane Yamaguchi harus mengakui keunggulan mutlak rival utamanya, An Se-young dari Korea Selatan. Dalam sebuah wawancara jujur usai kembali dari rangkaian turnamen Eropa, Akane Yamaguchi mengungkapkan perasaannya yang terpuruk setelah menelan kekalahan ke-10 secara beruntun dari An Se-young.

Kekalahan terbaru terjadi di final Denmark Open 2026 pada 18 Oktober lalu. Bermain di SJF Bank Arena, Odense, Akane Yamaguchi sempat merebut game pertama dengan skor 23-21, namun harus menyerah 14-21 dan 18-21 dalam pertarungan tiga game. Kekalahan itu memperpanjang rekor buruknya melawan An Se-young menjadi 10 laga beruntun tanpa kemenangan. Yang lebih menyakitkan, di ajang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Akane Yamaguchi juga dua kali dikalahkan An Se-young, baik di nomor beregu maupun perorangan.

Dalam wawancara dengan media Jepang, Badminton Spirit, Akane Yamaguchi mengaku sempat kehilangan harapan saat pertandingan berlangsung. “Di game pertama saat kedudukan 10-14, saya berpikir tidak mungkin bisa menang,” ujarnya sambil tersenyum pahit. Ia lalu mencoba mengubah strategi dengan menaikkan tempo dan bermain menyerang, namun upaya itu justru menguras energinya sendiri. “Saya menyadari tidak bisa terus bermain seperti itu. Lingkungan setiap turnamen berbeda, dan kemampuan beradaptasi adalah kunci,” tambahnya.

Meski demikian, Akane Yamaguchi menilai An Se-young tidak selalu tampil sempurna. Di French Open 2026, di mana An Se-young keluar sebagai juara, Akane Yamaguchi justru tersingkir di babak 16 besar. Namun ia mencatat bahwa An Se-young melakukan lebih banyak kesalahan dibanding saat Asian Games. “Saya melihat An Se-young juga membuat banyak error di French Open. Ini menunjukkan bahwa bukan tidak mungkin untuk menyainginya, asalkan saya bisa memanfaatkan peluang,” jelasnya.

Dominasi An Se-young di sektor tunggal putri memang tak terbantahkan. Berdasarkan rilis peringkat BWF pekan ke-44 pada 27 Oktober 2026, An Se-young mengumpulkan 122.287 poin, unggul 18.561 poin atas Akane Yamaguchi yang berada di posisi kedua dengan 103.726 poin. An Se-young telah bertahan di puncak selama 107 minggu berturut-turut. Sementara itu, Wang Zhi Yi dari China di peringkat ketiga dengan 101.389 poin.

Di ajang BWF World Tour Super 1000 2026, Akane Yamaguchi sebenarnya tampil impresif dengan menjuarai China Open. Ia mengalahkan Chen Yu Fei di final dengan skor 21-18 dan 21-16. Namun gelar itu menjadi satu-satunya bagi Jepang, sementara An Se-young mengoleksi dua gelar (Malaysia Open dan Indonesia Open) dan Wang Zhi Yi satu gelar (All England). Di Indonesia Open, Akane Yamaguchi harus mengakui keunggulan An Se-young di final dengan skor 23-21 dan 21-12.

Meski tengah terpuruk, Akane Yamaguchi tidak berniat menyerah. Ia bertekad untuk kembali bangkit dan memperbaiki penampilannya, terutama dalam hal adaptasi terhadap kondisi lapangan dan strategi menghadapi An Se-young. “Saya ingin memulai lagi dengan semangat baru. French Open sudah berlalu, sekarang saatnya fokus ke depan,” pungkasnya.

Persaingan antara Akane Yamaguchi dan An Se-young diprediksi akan terus menjadi sorotan utama di dunia bulu tangkis. Meski An Se-young masih terlalu kuat, tekad dan pengalaman Akane Yamaguchi bisa menjadi modal berharga untuk membalikkan keadaan di masa depan. Publik bulu tangkis Tanah Air pun berharap persaingan ini terus menghadirkan pertarungan sengit dan menghibur.

Exit mobile version