FaktaHari – 29 Oktober 2026 | Stephen Curry kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah NBA. Dalam laga yang berlangsung di Minneapolis, ia mencetak 44 poin dan membawa Golden State Warriors meraih kemenangan tipis 119-114 atas Minnesota Timberwolves. Performa gemilang Stephen Curry ini tidak hanya menjadi sorotan utama, tetapi juga mencatatkan namanya sejajar dengan LeBron James dalam buku rekor liga.
Pertandingan berjalan sengit sejak kuarter pertama. Warriors langsung mengambil inisiatif menyerang dan menutup kuarter awal dengan keunggulan 30-23. Memasuki kuarter kedua, Stephen Curry benar-benar mengambil alih kendali permainan. Dalam rentang lebih dari tiga menit, ia mencetak 17 poin berturut-turut, termasuk lima tembakan tiga angka, yang membuat Golden State menjauh. Pada akhir babak pertama, Warriors memimpin 64-48, dengan Curry sudah mengoleksi 23 poin.
Keunggulan Warriors sempat mencapai 24 poin di pertengahan kuarter ketiga. Namun, Minnesota Timberwolves yang tampil tanpa bintang utama mereka, Anthony Edwards, tidak menyerah begitu saja. Edwards diketahui harus menjalani prosedur pada lutut kanannya dan diperkirakan absen sekitar dua bulan. Meski kehilangan sosok penentu, Timberwolves bangkit dan memperkecil ketertinggalan melalui permainan agresif Jonathan Kuminga yang mencetak 20 poin melawan mantan timnya, serta dukungan Jaden McDaniels dan Terrence Shannon Jr. yang masing-masing menyumbang 19 poin.
Memasuki kuarter keempat, Timberwolves terus menekan dan berhasil memangkas defisit hingga hanya tersisa tiga poin di detik-detik akhir pertandingan. Namun, ketenangan Stephen Curry di garis lempar bebas menjadi pembeda. Ia menutup pertandingan dengan dua lemparan bebas yang memastikan kemenangan Warriors. Sepanjang laga, Curry mencatatkan 11 dari 27 tembakan lapangan, termasuk 6 dari 16 dari luar busur, dan yang paling impresif adalah kesempurnaannya di garis lempar bebas dengan 16 dari 16.
Dengan penampilan 44 poin ini, Stephen Curry mencatatkan pertandingan ke-15 dengan 40 poin atau lebih sejak ia berusia 35 tahun. Ia menyamai rekor NBA yang dipegang LeBron James, sementara Michael Jordan berada di posisi ketiga dengan 12 pertandingan. “Saya baru mengetahuinya setelah pertandingan, dan itu menyenangkan,” ujar Curry. “Saya hanya menikmati momen dan berusaha menjaga konsistensi. Panjangnya karier adalah sesuatu yang saya banggakan, dan sejauh ini semuanya berjalan baik.”
Selain Curry, Warriors juga mendapat kontribusi penting dari pemain rookie Yaxel Lendeborg yang mencetak 26 poin dan 9 rebound. Brandon Williams menambahkan 11 poin dari bangku cadangan, sementara Draymond Green menyumbang 3 poin, 8 rebound, dan 6 assist. Kemenangan ini merupakan yang kedua berturut-turut bagi Golden State setelah sebelumnya kalah tiga kali di awal musim.
Di kubu Timberwolves, kekalahan ini menjadi yang kedua beruntun setelah memulai musim dengan tiga kemenangan. Meski tanpa Edwards, mereka menunjukkan semangat juang tinggi dan nyaris membalikkan keadaan. Ayo Dosunmu menambahkan 17 poin, sementara Bones Hyland yang masuk dari bangku cadangan mencetak dua tembakan tiga angka penting untuk mendekatkan jarak.
Kemenangan ini tidak hanya menegaskan kualitas Stephen Curry sebagai pemain kunci, tetapi juga menunjukkan ketangguhan Warriors dalam menghadapi tekanan. Dengan performa seperti ini, Golden State optimistis dapat kembali bersaing di papan atas wilayah Barat. Sementara itu, Timberwolves harus segera berbenah dan mencari solusi atas absennya Edwards jika ingin tetap kompetitif.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menjadi bukti bahwa Stephen Curry masih menjadi salah satu pemain paling berbahaya di NBA. Kemampuannya mencetak poin dalam jumlah besar, terutama di usia yang tidak lagi muda, membuatnya layak disejajarkan dengan legenda-legenda liga. Warriors pun dapat bernapas lega setelah meraih kemenangan penting di kandang lawan.
