Bobotoh Berduka, Umuh Muchtar Minta Suporter Persib Tak Balas Dendam Usai Pelaku Pembacokan Ditangkap

Bobotoh Berduka, Umuh Muchtar Minta Suporter Persib Tak Balas Dendam Usai Pelaku Pembacokan Ditangkap
Bobotoh Berduka, Umuh Muchtar Minta Suporter Persib Tak Balas Dendam Usai Pelaku Pembacokan Ditangkap

FaktaHari – 29 Oktober 2026 | Kabar penangkapan terduga pelaku pembacokan yang menewaskan seorang bobotoh muda, Arief Rahman Kusuma (16), disambut lega oleh berbagai pihak, termasuk manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. Ia mengapresiasi kinerja Polres Bogor yang berhasil meringkus pelaku berinisial MIR dalam waktu kurang dari 24 jam. Namun, di balik rasa syukur itu, Umuh menitipkan pesan penting kepada seluruh bobotoh agar tidak terprovokasi dan melakukan aksi balas dendam.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (25/10/2026) malam di Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 51, tepatnya di depan Mal Q-Square, Kabupaten Bogor, usai laga Persib Bandung melawan Garudayaksa FC. Arief, yang baru berusia 16 tahun, menjadi korban pembacokan dan menghembuskan napas terakhir. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, klub, dan seluruh bobotoh di tanah air.

Umuh Muchtar, yang akrab disapa Pak Haji, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada kepolisian. “Alhamdulillah tertangkap ya. Terima kasih kepada pihak kepolisian. Saya percaya dari kemarin-kemarin juga sepertinya kelihatannya aman dan pihak polisi sudah luar biasa,” ujarnya saat ditemui di Bandung, Selasa (27/10/2026). Ia berharap penyidik segera mengungkap motif di balik aksi kekerasan tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain. “Mudah-mudahan sekarang sudah tertangkap, cepat terungkap itu dari mana orang dan siapa yang sebenarnya atau kelompok mana, gitu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Umuh menekankan bahwa tragedi ini telah ditangani secara hukum dan pelaku sudah diamankan. Ia mengimbau seluruh bobotoh untuk tetap tenang dan menahan diri. “Mohon jangan ada dendam. Biarlah hukum yang bekerja. Kita doakan almarhum mendapat tempat terbaik,” pesannya. Imbauan ini penting mengingat rivalitas suporter di Indonesia kerap memicu bentrokan susulan.

Di sisi lain, Kapolres Bogor AKP Arfan Zulkan Sipayung menegaskan bahwa pelaku bukanlah suporter klub mana pun. “Jadi bukan suporter bola, seperti isu sebelumnya. (Motif) masih didalami,” tegasnya. Hal ini sekaligus membantah fitnah yang sempat dialamatkan kepada Jakmania, kelompok suporter Persija Jakarta. Jakmania pun angkat suara dan merasa difitnah atas insiden tersebut. Polisi memastikan pelaku adalah pemuda berusia 26 tahun yang tidak terafiliasi dengan kelompok suporter.

Sementara itu, di lapangan, Persib Bandung tengah menikmati performa impresif di ajang AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027. Maung Bandung berhasil mengalahkan Melbourne Victory dengan skor 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (28/10/2026). Kemenangan ini menjadi modal berharga, terlebih Persib mencatat tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan alias clean sheet.

Menariknya, catatan apik tersebut justru memantik perbincangan di kalangan bobotoh. Banyak yang heran mengapa pertahanan Persib terlihat jauh lebih kokoh di kompetisi Asia dibandingkan di liga domestik. “Emang anomali, di liga gampang banget kemasukan. Ini di Asia tim top liga setengah mati ngejebol,” tulis seorang netizen di kolom komentar Instagram. Keheranan ini menjadi cermin tingginya ekspektasi bobotoh terhadap tim kesayangannya.

Pelatih Persib, Igor Tolic, sendiri mengaku tetap waspada meski timnya memuncaki klasemen Grup E dengan enam poin. “Kami masih berstatus underdog dan bukan favorit ketika menghadapi tim mana pun di grup ini,” ujarnya. Dukungan bobotoh di stadion diharapkan terus menjadi energi positif bagi para pemain untuk menjaga rekor sempurna di kancah Asia.

Terlepas dari euforia kemenangan, insiden yang menimpa Arief menjadi pengingat pahit bagi dunia sepak bola Indonesia. Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menyoroti rentetan insiden suporter yang berulang. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas kompetisi harus berjalan beriringan dengan jaminan keamanan bagi seluruh pihak, baik di dalam maupun di luar stadion. PSSI pun mendorong operator kompetisi memperkuat koordinasi dengan klub dan kepolisian.

Dengan tertangkapnya pelaku, harapan kini tertuju pada terungkapnya motif secara transparan. Bagi bobotoh, pesan Umuh Muchtar patut dijadikan pegangan: jangan biarkan duka berubah menjadi dendam. Sepak bola seharusnya menyatukan, bukan memecah belah. Mari hormati proses hukum dan kenang Arief sebagai sesama pencinta Persib yang telah pergi terlalu cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *