FaktaHari – 29 Oktober 2026 | Industri game global kembali dihebohkan dengan kehadiran Phantom Blade Zero, sebuah action RPG bergaya wuxia yang dikembangkan oleh S-GAME asal China. Dalam phantom blade zero review ini, kita akan mengupas tuntas mengapa game ini begitu dinanti dan bagaimana performanya di pasar. Dirilis pada 29 Oktober 2026 untuk PS5 dan PC, game ini menawarkan pengalaman bertarung pedang yang memukau dengan estetika “Kung Fu Punk” yang unik—perpaduan antara budaya tradisional Tiongkok dan sentuhan steampunk.
Dari sisi cerita, pemain berperan sebagai Soul, seorang pendekar pedang dari organisasi misterius bernama The Order. Setelah pertempuran brutal, Soul tewas namun dibangkitkan kembali dengan jantung beracun dan hanya memiliki 66 hari untuk menemukan penggantinya serta mengalahkan Zuo Shang, saudara angkatnya yang menjadi musuh bebuyutan. Narasi yang terinspirasi dari film kungfu klasik dan komik manhua ini disajikan dengan gaya visual yang memesona, termasuk cutscene animasi 2D bergaya cat air yang muncul saat Soul beristirahat di lonceng berbentuk bangau.
Namun, daya tarik utama Phantom Blade Zero terletak pada sistem pertarungannya yang presisi. Meskipun sekilas tampak seperti soulslike, game ini lebih menyerupai Onimusha: Way of the Sword dengan penekanan pada cerita terstruktur dan side quest ala RPG. Kombinasi serangan dasar yang mudah dipelajari dengan kombo kompleks, parry yang memuaskan, serta serangan berat dari senjata “Phantom Edge” menciptakan tarian pedang yang memikat. Ada lebih dari 50 senjata yang bisa didapatkan dengan mengalahkan bos, dan masing-masing menawarkan teknik unik yang benar-benar bisa digunakan pemain.
Dalam phantom blade zero review ini, elemen Metroidvania juga terasa kental. Senjata Phantom Edge yang diperoleh dari bos sering kali membuka akses ke area yang sebelumnya tidak terjangkau, mendorong eksplorasi dan backtracking. Sistem upgrade yang fleksibel memungkinkan pemain untuk mengubah pilihan peningkatan tanpa kehilangan sumber daya, sebuah sentuhan yang mendorong eksperimen dengan berbagai loadout. Sayangnya, ada sedikit catatan pada kontrol karakter yang terkadang tersangkut pada objek lingkungan, yang bisa berakibat fatal saat pertarungan.
Secara visual, S-GAME memilih menciptakan lingkungan yang detail namun terbatas, bukan open world yang luas. Pendekatan ini berhasil membuat setiap sudut area padat dengan rahasia dan detail tersembunyi. Meski demikian, alur cerita yang melompat-lompat antar periode waktu dan seringnya memperkenalkan karakter baru bisa membuat pemain sedikit kesulitan mengikuti siapa yang memiliki dendam terhadap siapa.
Dari sisi komersial, Phantom Blade Zero menunjukkan momentum yang luar biasa sebelum peluncuran. Analis pasar Rhys Elliott dari Alinea Analytics memperkirakan sekitar 850.000 kopi terjual di Steam dan PS5, dengan Steam menyumbang 73,8% dan PS5 26,2%. Jika ditambah penjualan melalui WeGame, platform PC milik Tencent di China, totalnya diperkirakan “jauh melampaui” satu juta kopi. Estimasi pendapatan pra-peluncuran mencapai sekitar $43 juta, dengan permintaan besar dari China, Taiwan, dan Hong Kong. Meski angka ini belum dikonfirmasi resmi oleh S-GAME atau Sony, besarnya antusiasme pasar tidak terbantahkan.
Sebagai catatan, phantom blade zero review juga menyoroti potensi game ini untuk bersaing di pasar global. Elliott memprediksi penjualan pasca-rilis akan tetap kuat, meski tidak akan mencapai level Black Myth: Wukong. Dengan combat kelas satu, dunia yang orisinal, dan dukungan dari komunitas global, Phantom Blade Zero adalah bukti bahwa industri game China semakin matang dan siap bersaing di panggung internasional.
Secara keseluruhan, phantom blade zero review ini menyimpulkan bahwa game ini adalah salah satu rilisan paling menarik di tahun 2026. Dengan perpaduan aksi yang menantang, cerita yang meskipun padat namun memikat, serta visual yang memukau, Phantom Blade Zero berhasil menjadi debut global yang mengesankan. Bagi penggemar action RPG dan budaya wuxia, game ini adalah judul yang wajib dimainkan.











