FaktaHari – 28 Oktober 2026 | John Herdman kembali menjadi sorotan publik sepak bola Asia Tenggara. Pelatih Timnas Indonesia itu tengah mempersiapkan skuad Garuda menghadapi FIFA Matchday November 2026, namun di balik layar, PSSI dan pemerintah tengah menggodok proyek naturalisasi pemain keturunan yang identitasnya masih dirahasiakan. Langkah senyap ini membuat media Vietnam resah dan ketar-ketir, karena bisa menjadi kekuatan baru yang mengubah peta persaingan di kawasan.
Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, mengungkapkan bahwa proses verifikasi terhadap calon pemain naturalisasi baru sedang berjalan ketat. Identitas pemain tersebut sengaja tidak dipublikasikan untuk menjaga kondusivitas. “Kami terus berkoordinasi dengan PSSI dan memantau pemain-pemain keturunan Indonesia yang berkarier di liga top Eropa. Prosesnya teliti agar memenuhi kualifikasi legalitas dan kualitas teknis,” ujar Noor Korompot.
Sementara itu, proses naturalisasi Taisei Marukawa, winger Dewa United, memasuki tahap akhir. Noor Korompot menyebut dokumen di Kementerian Hukum telah selesai dan tinggal menunggu pengambilan sumpah kewarganegaraan. Marukawa, pemain asal Jepang berusia 29 tahun, disebut-sebut sudah masuk dalam radar John Herdman untuk memperkuat Timnas Indonesia. “Kalau dari Kementerian Hukum sudah selesai, tinggal mengambil sumpah. Kami berharap dalam waktu dekat, mungkin bulan depan,” jelasnya. Lokasi pengambilan sumpah bisa dilakukan di Banten atau di kantor Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Jakarta.
Di sisi lain, John Herdman juga mendapat kabar gembira dari Norwegia. Striker muda berdarah Mali-Indonesia, Lassana Doucoure, resmi bergabung dengan klub FK Haugesund pada Senin (26/10). Pemain berusia 23 tahun itu dikontrak hingga 2027 setelah melewati proses izin kerja yang panjang. Lassana bukan nama asing di sepak bola Indonesia; ia pernah memperkuat Barito Putera dan Dewa United U-20. Kini, ia berpeluang menjadi opsi tambahan di lini depan Timnas Indonesia untuk Piala Asia 2027. “Lassana memiliki karakteristik berbeda dan pengalaman di Eropa. Jika konsisten, ia bisa menjadi senjata baru,” kata pengamat sepak bola.
Namun, John Herdman juga harus mengambil keputusan sulit menjelang FIFA Matchday November 2026. Dari 23 pemain yang membawa Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026, tiga nama berpotensi tidak dipanggil: Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Rizky Eka Pratama. Jordi Amat kesulitan menit bermain di Persija, hanya tampil dua kali. Shayne Pattynama bahkan gagal masuk daftar susunan pemain di tujuh pekan awal Super League. Sementara Rizky Eka Pratama baru mencatat dua assist dari tujuh laga bersama PSM Makassar. Jika Jay Idzes pulih dari cedera, posisi Jordi Amat semakin terancam.
Persaingan di lini depan juga semakin ketat dengan kehadiran Lassana Doucoure. Meski lebih senior dari Mitchell Baker (19 tahun), Lassana harus membuktikan kualitasnya di kompetisi Norwegia. “Usia dan pengalaman bukan satu-satunya faktor. Konsistensi dan ketajaman di depan gawang yang akan dinilai,” tambah pengamat.
Dengan berbagai manuver ini, John Herdman tampaknya sedang membangun fondasi kuat untuk Timnas Indonesia. Naturalisasi misterius dan talenta diaspora seperti Lassana Doucoure bisa menjadi kunci sukses di Piala Asia 2027. Media Vietnam pun semakin waspada, karena Indonesia berpotensi menjadi kekuatan dominan di Asia Tenggara. Sementara itu, proses naturalisasi Marukawa yang hampir rampung akan menambah kedalaman skuad. Semua mata kini tertuju pada langkah John Herdman selanjutnya.
Kesimpulannya, dinamika Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman menunjukkan ambisi besar untuk bersaing di level Asia. Kombinasi pemain naturalisasi, diaspora, dan pembinaan lokal menjadi strategi jangka panjang. Jika semua berjalan lancar, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi kekuatan baru yang disegani di Piala Asia 2027.
