FaktaHari – 28 Oktober 2026 | Persikad Depok harus menerima kenyataan pahit dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 pekan ketujuh Grup A. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (24/10/2026) malam, tim berjuluk Serigala Margonda itu tumbang 2-3 dari tamunya PSPS Pekanbaru. Kekalahan dramatis ini membuat Persikad Depok turun ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi 12 poin, tergeser oleh PSMS Medan yang menang atas PSIS Semarang sehari berselang.
Laga berjalan sengit sejak menit pertama. PSPS Pekanbaru membuka keunggulan lebih dulu melalui gol cepat Antonio Augusto Gamaroni De Carvalho pada menit ke-14. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama setelah bek PSPS, Luiz Henrique Santana Motta, melakukan gol bunuh diri pada menit kelima. Skor sempat berubah 1-1, sebelum Asir kembali membawa PSPS unggul pada menit ke-15. Persikad Depok bangkit dan menyamakan kedudukan melalui Gustavo Evaristo De Franca di menit ke-45. Skor 2-2 bertahan hingga babak pertama usai.
Di babak kedua, kedua tim saling jual beli serangan. Persikad Depok yang tampil menekan berusaha mencari gol kemenangan. Namun, petaka datang di menit-menit akhir. Antonio Gamaroni kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-90+9, memastikan PSPS Pekanbaru pulang dengan tiga poin. Kemenangan ini membuat PSPS kokoh di puncak klasemen dengan 18 poin dari tujuh laga, hasil dari enam kemenangan dan satu kekalahan.
Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, mengaku bersyukur atas hasil dramatis tersebut. Ia menilai pertandingan berjalan menarik dan seru karena kedua tim tampil menyerang. “Syukur alhamdulillah, pada pertandingan malam ini kami dapat memenangkan pertandingan. Pertandingan cukup menarik, cukup seru. Saling menyerang dan alhamdulillah kami lebih beruntung,” ujar Akhyar, Minggu (25/10/2026). Meski menang, Akhyar tetap memberikan apresiasi kepada Persikad Depok yang dinilainya tampil baik dan menyulitkan timnya sepanjang laga.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Persikad Depok yang sebelumnya menempati posisi kedua. Tambahan tiga poin bagi PSMS Medan dari kemenangan 2-1 atas PSIS Semarang membuat Ayam Kinantan naik ke posisi kedua dengan 14 poin, unggul dua angka atas Persikad Depok. Kini, Persikad Depok harus segera bangkit jika ingin tetap bersaing di papan atas. Apalagi, jadwal padat dan badai cedera mulai menghantui skuat asuhan pelatih tersebut.
Sementara itu, di sektor putri, Persikad Depok Women tengah bersiap melanjutkan tren positif mereka di Indonesia Women’s League (IWL) 2026/27. Setelah menang tipis 1-0 atas Persija Jakarta Women di pekan kedua, Serigala Margonda Women akan menghadapi tim kuat Garudayaksa FC Women pada Minggu (1/11) mendatang di Indomilk Arena, Tangerang. Laga akan digelar pada slot pagi hari pukul 07.30 WIB, sehingga kesiapan fisik dan mental menjadi kunci.
Pemain andalan Persikad Women, Gea Yumanda, menekankan pentingnya perbaikan jarak antar pemain di setiap lini. “Mungkin yang diperbaiki yakni jarak antar pemain mulai dari defender, midfielder, atau striker. Kita harus perbaiki itu. Saya harapkan yang bisa bermain bisa menampilkan terbaik,” ujar Gea. Ia juga mengakui adanya tantangan besar, termasuk badai cedera yang membayangi para pemain pasca-laga sengit di pekan sebelumnya. “Walaupun banyak gangguan dan tekanan, tetap ada pemain yang cedera. Semua tim pasti mau mendapatkan hasil atau tempat terbaik itu, jadi kita harus benar-benar siap,” tegasnya.
Dengan kekalahan di tim putra, Persikad Depok kini fokus memperbaiki performa. Sementara tim putri bertekad meraih poin penuh melawan Garudayaksa FC demi menjaga momentum. Manajemen dan pelatih diharapkan mampu membangkitkan semangat pemain agar kembali ke jalur kemenangan. Persaingan di Grup A Pegadaian Championship masih panjang, dan Persikad Depok memiliki peluang untuk kembali ke posisi dua besar jika konsisten di laga-laga berikutnya.
Kesimpulannya, pekan ketujuh menjadi momen pahit bagi Persikad Depok di kompetisi putra, namun harapan masih menyala di kompetisi putri. Kekalahan dari PSPS Pekanbaru harus dijadikan evaluasi, terutama dalam menjaga konsentrasi hingga menit akhir. Dukungan suporter dan perbaikan taktik menjadi kunci bagi Serigala Margonda untuk bangkit di pekan kedelapan.
