Sabah FK Cetak Sejarah di Liga Champions: Dari Mantan Striker Schalke hingga Peluang ke Timnas Aljazair

Sabah FK Cetak Sejarah di Liga Champions: Dari Mantan Striker Schalke hingga Peluang ke Timnas Aljazair
Sabah FK Cetak Sejarah di Liga Champions: Dari Mantan Striker Schalke hingga Peluang ke Timnas Aljazair

FaktaHari – 16 Oktober 2026 | Sabah FK, klub asal Azerbaijan yang baru berdiri pada 2017, menorehkan sejarah besar dalam dunia sepak bola Eropa. Klub yang berbasis di Kota Masazir itu berhasil meraih kemenangan pertama mereka di Liga Champions setelah mengalahkan Slavia Prague dengan skor 2-0 di Baku Olympic Stadium. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Sabah FK bukan sekadar tim pelengkap di kompetisi elit Eropa.

Pertandingan melawan Slavia Prague berlangsung dramatis. Sabah FK tampil menekan sejak awal dan akhirnya memecah kebuntuan melalui gol Kaheem Paris sebelum Joy-Lance Mickels memastikan kemenangan di menit ke-88. Kiper Stas Pokatilov menjadi pahlawan dengan serangkaian penyelamatan penting, termasuk menepis peluang emas Lukas Provod di babak kedua. Performa gemilang Pokatilov mendapat rating 9,0 dalam Team of the Round versi Flashscore.

Perjalanan Panjang Menuju Liga Champions

Keberhasilan Sabah FK ke Liga Champions bukanlah jalan yang mudah. Setelah menjuarai liga domestik dan Piala Azerbaijan pada 2025, mereka harus melewati tiga babak kualifikasi dan play-off. Di babak play-off, Sabah FK menghadapi Hapoel Beer Sheva dari Israel dan berhasil lolos ke fase liga. Kini mereka termasuk dalam 36 klub terbaik Eropa, sebuah pencapaian luar biasa bagi klub yang baru berusia sembilan tahun.

Pada laga perdana Liga Champions, Sabah FK harus mengakui keunggulan Manchester United dengan skor 0-4. Namun, mereka bangkit dan menunjukkan mental juara saat menjamu Slavia Prague. Kemenangan 2-0 ini tidak hanya memberikan tiga poin pertama, tetapi juga menempatkan nama Sabah FK di peta sepak bola Eropa.

Joy-Lance Mickels: Dari Schalke ke Panggung Dunia

Salah satu tokoh sentral dalam kesuksesan Sabah FK adalah Joy-Lance Mickels. Striker berusia 32 tahun ini memiliki kisah karier yang unik. Ia pernah memperkuat tim kedua Schalke 04 antara 2014 dan 2016, tetapi hanya mencetak sembilan gol dalam 45 pertandingan. Setelah meninggalkan Schalke, Mickels menjalani perjalanan panjang melalui Alemannia Aachen, Wacker Nordhausen, Carl Zeiss Jena, dan MVV Maastricht sebelum bergabung dengan Sabah FK pada musim panas 2021.

Bersama Sabah FK, Mickels menjelma menjadi mesin gol. Secara keseluruhan, ia telah mencatatkan 155 penampilan dengan 81 gol dan 34 assist di semua kompetisi. Golnya ke gawang Slavia Prague menjadi bukti ketajamannya di level tertinggi. Kini, Mickels juga memperkuat tim nasional Rwanda dan semakin dikenal di kancah internasional berkat penampilannya di Liga Champions.

Pemain Lain yang Mencuri Perhatian

Selain Mickels, ada nama Akim Zedadka yang menjadi sorotan. Bek kanan berusia 31 tahun itu melakukan penyelamatan penting di garis gawang yang mencegah Slavia Prague mencetak gol. Aksi heroiknya membuat media Aljazair ramai membicarakan kemungkinan kembalinya Zedadka ke tim nasional Aljazair. Pelatih Brahim Hemdani dikabarkan sedang memantau performa Zedadka untuk laga kualifikasi Piala Afrika 2027 melawan Togo pada November mendatang.

Zedadka terakhir kali membela Aljazair pada Juni 2022 dalam pertandingan persahabatan melawan Iran. Sejak itu, namanya tidak lagi dipanggil. Namun, penampilan solidnya di Liga Champions bersama Sabah FK membuka peluang kembalinya ia ke skuad Fennecs.

Tantangan Berikutnya: Borussia Dortmund

Setelah meraih kemenangan bersejarah, Sabah FK tidak punya waktu lama untuk bersantai. Pada matchday ketiga Liga Champions, mereka akan bertandang ke Signal Iduna Park untuk menghadapi Borussia Dortmund pada 20 Oktober 2026. Dortmund sendiri sedang dalam performa yang tidak stabil setelah kalah 0-1 dari Bodø/Glimt di matchday sebelumnya. Pelatih Niko Kovač mengkritik kurangnya intensitas timnya dan berjanji akan menurunkan kekuatan penuh melawan Sabah FK.

Laga ini akan menjadi ujian berat bagi Sabah FK, tetapi juga kesempatan emas untuk membuktikan bahwa kemenangan atas Slavia Prague bukanlah kebetulan. Dengan modal kepercayaan diri yang tinggi, pasukan Valdas Dambrauskas bertekad memberikan kejutan di kandang Dortmund.

Kisah Sabah FK adalah bukti bahwa sepak bola selalu menyimpan cerita ajaib. Dari klub kecil di Azerbaijan, mereka kini bersaing dengan raksasa Eropa. Perjalanan Joy-Lance Mickels, Akim Zedadka, dan rekan-rekan menunjukkan bahwa kerja keras dan ketekunan dapat mengantarkan siapa pun ke panggung tertinggi. Sabah FK telah menorehkan sejarah, dan siapa tahu, mungkin masih ada babak baru yang lebih gemilang menanti mereka di Liga Champions musim ini.

Exit mobile version