Kontroversi Bebas Militer Usai Emas Asian Games: Manajer K League Kritik Sikap Pemain Termasuk Kapten Gangwon FC

Kontroversi Bebas Militer Usai Emas Asian Games: Manajer K League Kritik Sikap Pemain Termasuk Kapten Gangwon FC
Kontroversi Bebas Militer Usai Emas Asian Games: Manajer K League Kritik Sikap Pemain Termasuk Kapten Gangwon FC

FaktaHari – 11 Oktober 2026 | Gangwon FC kembali menjadi sorotan setelah kapten tim, Lee Ki-hyuk, terlibat dalam kontroversi pernyataan usai membawa pulang medali emas sepak bola putra Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Dalam wawancara kemenangan, Lee tersenyum dan berkata, “Saya tidak akan masuk militer,” yang langsung memicu kritik tajam dari publik dan para petinggi sepak bola Korea Selatan.

Manajer Pohang Steelers, Park Tae-ha, dan manajer FC Seoul, Kim Ki-dong, secara terbuka menyatakan kekecewaan mereka. Park Tae-ha menyebut sikap pemain yang meremehkan pengorbanan untuk negara sebagai sesuatu yang mengecewakan dan disesalkan. “Pola pikir generasi kami berbeda dengan pemain masa kini. Namun, sebagai pesepakbola, mereka seharusnya tidak meremehkan aspek pengorbanan untuk negara. Fakta bahwa mereka memiliki pemikiran berbeda sangat mengecewakan dan disesalkan,” ujar Park Tae-ha dalam konferensi pers sebelum laga melawan Incheon United.

Kontroversi ini bermula dari wawancara beberapa pemain timnas Asian Games yang terlalu fokus pada pembebasan wajib militer. Selain Lee Ki-hyuk dari Gangwon FC, Yang Min-hyuk (Vestelo) juga menuai kritik karena mengatakan, “Saya tidak menganggap medali atau trofi itu penting. Saya bermain hanya melihat imbalan pembebasan militer.” Sementara itu, Park Seung-soo mendapat kecaman setelah mengunggah foto dirinya memakai topi keluar militer di media sosial.

Akibat pernyataan tersebut, kemarahan publik mencapai puncaknya. Di ranah politik, baik partai berkuasa maupun oposisi kompak menyerukan perbaikan sistem pembebasan militer. Kementerian Pertahanan Nasional bahkan menyatakan bahwa penghapusan pembebasan militer adalah tujuan utama. Opini publik yang menuntut penghapusan pembebasan militer terkait medali emas Asian Games belum pernah sekuat ini sebelumnya.

Manajer FC Seoul, Kim Ki-dong, yang juga pernah menjadi pelatih timnas pada Asian Games 2014 Incheon, mengaku kecewa. “Saya pikir Asosiasi Sepak Bola Korea atau staf pelatih pasti sudah memberi tahu mereka tentang masalah terkait pembebasan militer. Namun, pernyataan ringan dari beberapa pemain menjadi masalah, dan bahkan wawancara masa lalu diangkat kembali sehingga cerita ini menyebar. Makna medali emas pun tampak pudar. Sebagai senior di komunitas sepak bola, ini adalah bagian yang mengecewakan,” kata Kim Ki-dong.

Di tengah kontroversi ini, Gangwon FC sendiri tengah bersiap menghadapi laga penting melawan Bucheon FC 1995. Berdasarkan catatan sejarah pertemuan, kedua tim telah bertemu delapan kali sejak 2016, dengan Bucheon unggul 4 kemenangan, sementara Gangwon FC mencatatkan 3 kemenangan dan 1 hasil imbang. Catatan ini menunjukkan persaingan yang ketat antara kedua tim.

Sementara itu, pemain muda Gangwon FC, Lee Yu-hyun, justru menorehkan prestasi membanggakan. Ia masuk dalam daftar pendek empat pemain nominasi Pemain Terbaik Bulan September K League 1. Lee Yu-hyun tampil dalam lima pertandingan dan mencatatkan satu assist, termasuk assist untuk gol penyeimbang saat melawan Jeonbuk Hyundai. Nominasi ini menjadi angin segar di tengah kontroversi yang melanda klub.

Di sisi lain, perburuan gelar juara K League 1 semakin memanas. FC Seoul memuncaki klasemen dengan 62 poin, unggul 15 poin dari Ulsan HD yang berada di posisi kedua. Sementara itu, Gangwon FC berada di posisi ketiga dengan 46 poin, namun telah memainkan 31 pertandingan. Jika Jeju SK berhasil mengalahkan FC Seoul, mereka bisa melompat ke posisi kedua dan menggeser Gangwon FC serta Ulsan HD.

Kontroversi pembebasan militer ini menjadi pelajaran berharga bagi para pemain, terutama mereka yang berasal dari Gangwon FC. Semua pemain yang terlibat telah meminta maaf melalui media sosial, namun luka di hati publik belum sepenuhnya pulih. Ke depannya, diharapkan para atlet lebih bijak dalam menyikapi pencapaian dan tidak meremehkan nilai pengorbanan untuk negara.

Kesimpulannya, kontroversi pernyataan pembebasan militer usai Asian Games telah mencoreng prestasi emas yang diraih. Sikap beberapa pemain, termasuk kapten Gangwon FC Lee Ki-hyuk, menuai kritik keras dari berbagai pihak. Meskipun telah ada permintaan maaf, dampaknya masih terasa dan menjadi pengingat bagi seluruh atlet untuk menjaga ucapan dan perilaku, terutama saat mewakili negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *