FaktaHari – 06 Oktober 2026 | Pertandingan sengit antara Irlandia vs Israel dalam lanjutan UEFA Nations League 2026/2027 tidak hanya menyajikan drama di atas lapangan, tetapi juga insiden kontroversial di luar lapangan. Laga yang berlangsung di TSC Arena, Serbia, pada Senin (5/10/2026) dini hari WIB itu berakhir imbang 1-1, namun atmosfer tegang justru semakin memanas setelah babak pertama usai.
Insiden utama terjadi ketika para pemain dan staf kedua tim berjalan menuju lorong menuju ruang ganti. Kepala Performa Atletik Republik Irlandia, Damien Doyle, mengaku menjadi sasaran ludah oleh seorang pemain Israel. Tuduhan ini langsung menjadi sorotan media dan memicu reaksi dari kedua kubu. Pelatih Irlandia, Heimir Hallgrimsson, menegaskan bahwa insiden tersebut akan ditangani oleh komite disiplin UEFA. “Saya ada di sana. Saya tidak akan berkomentar. Hal itu akan ditangani oleh komite disiplin,” ujarnya dikutip dari berbagai sumber.
Hallgrimsson juga mengungkapkan bahwa timnya merasa diintimidasi sejak awal pertandingan. “Saya merasa mereka berusaha mengintimidasi kami sejak kick-off, tetapi saya sangat mengapresiasi para pemain yang tetap tenang. Pertandingan itu bisa saja diwarnai banyak kartu kuning dan merah, namun kami tetap tenang; para pemain tetap tenang dan berhasil mengendalikan emosi dengan baik,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa rangkaian dua pertemuan melawan Israel sangat menguras energi dan pikiran timnya.
Sementara itu, pelatih Israel, Ran Ben-Shimon, membantah mengetahui insiden tersebut. “Saat jeda pertandingan, saya berada di ruang ganti—ruangan saya sendiri—bersama staf saya. Saya tidak melihat apa pun,” katanya. Pernyataan ini semakin memperkeruh suasana, karena pihak Irlandia yakin kejadian itu benar-benar terjadi.
Laga Irlandia vs Israel ini merupakan pertemuan kedua dalam waktu dua pekan. Sebelumnya, Irlandia berhasil mengalahkan Israel dengan skor 3-0 dalam pertandingan tertutup di Hungaria. Kedua pertandingan tersebut berlangsung di tengah ketegangan politik yang berkaitan dengan konflik di Gaza. Bahkan, sebelum laga, tidak ada jabat tangan atau pertukaran panji, sementara kedua tim mengenakan ban lengan hitam dengan latar belakang penghormatan yang berbeda.
Atmosfer tegang di luar lapangan juga memengaruhi jalannya pertandingan. Irlandia sempat unggul lebih dulu melalui penalti Troy Parrott pada menit ke-39, sebelum kapten Israel, Dor Peretz, menyamakan kedudukan sesaat setelah babak kedua dimulai. Israel bahkan dua kali membentur tiang gawang, namun gagal mencetak gol kemenangan. Hasil imbang ini membuat posisi kedua tim di klasemen grup Nations League semakin ketat.
Insiden dugaan peludahan ini dipastikan akan masuk dalam laporan komite disiplin UEFA. Pelatih Irlandia, Heimir Hallgrimsson, enggan berkomentar lebih lanjut, namun ia berharap tidak ada tim nasional lain yang harus menghadapi situasi serupa. “Saya sangat lega semuanya sudah berakhir. Situasi ini sangat menguras tenaga dan pikiran kami semua. Saya sangat mengapresiasi para pemain. Mereka tampil luar biasa di masa-masa sulit ini, dan saya berharap tidak ada tim nasional lain yang harus mengalami apa yang kami alami selama dua pekan terakhir,” tutupnya.
Pertandingan Irlandia vs Israel ini menjadi pengingat bahwa olahraga tidak bisa sepenuhnya lepas dari pengaruh politik dan emosi. Meskipun hasil akhirnya imbang, insiden di luar lapangan justru menjadi perhatian utama publik. UEFA kini dihadapkan pada tugas untuk menyelidiki tuduhan ini dan memastikan bahwa pertandingan sepak bola tetap berlangsung dalam suasana sportivitas. Ke depannya, diharapkan tidak ada lagi insiden serupa yang mencoreng wajah sepak bola Eropa.
