FaktaHari – 29 Juli 2026 | Timnas voli putri Korea Selatan bangkit usai terdegradasi dari VNL, Srikandi Merah Putih punya peran sebagai batu loncatan dalam proses kebangkitan tersebut. Dalam rangkaian tiga laga uji coba yang berlangsung di Jecheon Gymnasium, Korea Selatan, pada 23-26 Juli 2026, tim asuhan pelatih baru berhasil menyapu bersih kemenangan atas Indonesia. Hasil ini menjadi sinyal positif bagi Korea Selatan yang harus menghadapi kenyataan pahit terdegradasi dari Volleyball Nations League (VNL) 2026.
Timnas voli putri Korea Selatan bangkit usai terdegradasi dari VNL, Srikandi Merah Putih punya peran sebagai lawan yang memberikan perlawanan sengit meski akhirnya takluk. Pada laga pertama, Kamis (23/7/2026), Indonesia kalah 1-3 (25-23, 20-25, 13-25, 15-25). Laga kedua, Sabtu (25/7/2026), kembali berakhir dengan skor 1-3 (21-25, 22-25, 25-19, 20-25). Pertandingan ketiga, Minggu (26/7/2026), menjadi momen paling dominan Korea Selatan dengan kemenangan telak 3-0 (25-19, 25-22, 25-16).
Pelatih Korea Selatan, yang enggan disebutkan namanya, mengapresiasi peran timnas Indonesia sebagai mitra uji coba yang ideal. “Mereka (Indonesia) memiliki pemain-pemain berbakat. Uji coba ini sangat berguna untuk mengukur kemampuan kami setelah periode sulit,” ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan. Sementara itu, pelatih Timnas Voli Putri Indonesia, Marcos Sugiyama, mengakui perbedaan kualitas. “Kami datang dengan skuad muda untuk memberi pengalaman. Korea Selatan jelas lebih matang dan berpengalaman,” katanya.
Fenomena kebangkitan Korea Selatan tidak lepas dari dukungan penuh suporter dan kehadiran bintang Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri, yang menyaksikan langsung laga tersebut. Dalam wawancara terpisah, Megawati menyoroti perbedaan kualitas antara voli Indonesia dan Korea Selatan. “Pengalaman mereka (Korea) jauh di atas kami. Ini yang harus kami kejar,” ucap pemain asal Indonesia yang kini membela klub Korea tersebut.
Sebelumnya, Korea Selatan terdegradasi dari VNL 2026 setelah finis di peringkat 17 dari 18 tim, hanya unggul atas Bulgaria yang menjadi juru kunci. Degradasi ini menjadi pukulan telak bagi negara yang pernah menjadi kekuatan voli Asia. Namun, dengan serangkaian uji coba ini, mereka menunjukkan progres signifikan. Timnas voli putri Korea Selatan bangkit usai terdegradasi dari VNL, Srikandi Merah Putih punya peran sebagai penguji kesiapan mereka menuju turnamen berikutnya seperti AVC Women’s Volleyball Continental Championship 2026 dan Asian Games 2026.
Di sisi lain, Indonesia juga mendapat manfaat dari uji coba ini. Meski tak meraih kemenangan, tim asuhan Marcos Sugiyama mengumpulkan pengalaman berharga. Kegagalan di SEA V Cup 2026 (peringkat ketiga) dan kekalahan dari Korea Selatan menjadi pelajaran penting. Saat ini, Timnas Voli Putri Indonesia berada di peringkat 44 dunia, sementara Korea Selatan masih di peringkat lebih tinggi meski baru terdegradasi.
Dengan berakhirnya uji coba, fokus Indonesia beralih ke AVC Cup dan SEA V League. Sementara Korea Selatan akan terus mematangkan strategi untuk kembali ke VNL pada musim depan. Kebangkitan mereka menunjukkan bahwa degradasi bukanlah akhir, melainkan awal dari evaluasi dan pembenahan. Timnas voli putri Korea Selatan bangkit usai terdegradasi dari VNL, Srikandi Merah Putih punya peran sebagai cermin yang menunjukkan sisi kekuatan dan kelemahan kedua tim.











