FaktaHari – 27 Juli 2026 | Keputusan Liverpool FC dukung komunitas LGBT, fans kecewa dan ramai-ramai unfollow akun Instagram klub menjadi topik hangat di kalangan pendukung The Reds, terutama di Indonesia. Klub raksasa Liga Inggris tersebut secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap komunitas LGBT+ dengan bergabung dalam pawai Pride Liverpool pada Sabtu (25/7/2026). Langkah ini memicu gelombang kekecewaan dari para fans yang mengekspresikan protes melalui kolom komentar Instagram Liverpool FC.
Liverpool FC dukung komunitas LGBT, fans kecewa dan ramai-ramai unfollow terlihat dari ribuan komentar negatif yang membanjiri unggahan klub. Banyak netizen Indonesia yang menyatakan kekecewaan mendalam, bahkan beberapa mengancam akan beralih mendukung klub lain seperti Arsenal. “Ini lebih memalukan dari pada kalah lawan MU. One more reason to join Arsenal. Baru kali ini gua sangat kecewa dengan LFC,” tulis seorang warganet. Tak sedikit pula yang langsung melakukan unfollow akun Instagram @liverpoolfc.
Dalam pernyataan resminya, Liverpool FC mengklaim bahwa dukungan terhadap Pride Liverpool telah dilakukan sejak 14 tahun lalu, menjadikan mereka klub Premier League pertama yang berpartisipasi dalam pawai tersebut. Direktur Dampak Liverpool FC, Rishi Jain, menegaskan bahwa keterlibatan ini merupakan bagian dari komitmen klub untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, setara, dan menghargai keragaman. “Kami bangga sekali lagi mendukung Pride Liverpool, berbaris bersama rekan-rekan kami, pendukung, jaringan mitra dan komunitas yang lebih luas,” ujar Jain dalam laman resmi klub.
Reaksi keras dari fans menunjukkan betapa sensitifnya isu LGBT+ di kalangan pendukung sepak bola, khususnya di Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim. Liverpool FC dukung komunitas LGBT, fans kecewa dan ramai-ramai unfollow menjadi bukti bahwa keputusan klub tidak sejalan dengan nilai-nilai sebagian besar penggemarnya. Beberapa fans bahkan menyebut perubahan foto profil Instagram Liverpool menjadi bendera pelangi sebagai pengumuman terbuka yang membuat mereka kecewa.
Meskipun demikian, Liverpool FC tidak bergeming. Klub tetap melanjutkan partisipasi dalam pawai Pride yang diikuti oleh ribuan orang, termasuk karyawan klub, official supporters club, kelompok suporter, hingga mitra komersial. Bagi Liverpool, dukungan terhadap LGBT+ adalah bagian dari identitas mereka sebagai klub yang menjunjung tinggi kesetaraan. Namun, bagi sebagian fans, langkah ini dianggap sebagai pengkhianatan terhadap nilai-nilai tradisional yang mereka anut.
Fenomena unfollow massal ini menjadi peringatan bagi klub-klub Eropa lainnya bahwa dukungan terhadap isu LGBT+ bisa berdampak pada basis penggemar di negara-negara konservatif. Liverpool FC dukung komunitas LGBT, fans kecewa dan ramai-ramai unfollow adalah kasus yang menarik untuk diamati bagaimana klub besar menyeimbangkan antara kampanye inklusivitas global dan loyalitas penggemar lokal.
Pada akhirnya, keputusan Liverpool FC untuk tetap mendukung Pride Liverpool menunjukkan bahwa klub tidak akan mundur meskipun menghadapi tekanan dari sebagian penggemar. Langkah ini mungkin akan terus menuai kontroversi, tetapi Liverpool percaya bahwa inklusivitas adalah nilai yang harus diperjuangkan. Para pendukung yang kecewa punya pilihan untuk tetap setia atau meninggalkan klub, dan kenyataan pahit yang harus diterima Liverpool adalah bahwa tidak semua keputusan akan disambut baik oleh semua pihak.











