FaktaHari – 20 Juli 2026 | Pelatih PSIS Semarang, Widodo C Putro, menyatakan kepuasannya setelah timnya berhasil menahan imbang Persebaya Surabaya dengan skor 2-2 dalam laga bertajuk Persebaya 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/7/2026). Widodo C Putro puas PSIS Semarang tahan imbang Persebaya Surabaya 2-2, perubahan taktik jadi kunci yang membuat tim bangkit dari ketertinggalan dua gol. Hasil ini menjadi modal berharga bagi PSIS yang tengah mempersiapkan diri menuju Liga 2 musim 2026/2027.
Dalam pertandingan tersebut, Persebaya tampil dominan sejak awal dan unggul cepat melalui gol Alex Martins pada menit ke-35 serta Yann Mabella pada menit ke-52. Namun, PSIS tidak menyerah. Widodo melakukan perubahan strategi di babak kedua dengan mengurangi jumlah bek tengah dan menambah daya gedor di lini depan. Perubahan ini terbukti efektif. Lorensius Sabda mencetak dua gol pada menit ke-74 dan 84, menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Widodo C Putro puas PSIS Semarang tahan imbang Persebaya Surabaya 2-2, perubahan taktik jadi kunci yang ia tekankan dalam sesi evaluasi.
“Hasil ini cukup bagus. Kami baru 10 hari bergabung dan tentu masih banyak yang harus dievaluasi. Perubahan taktikal yang awalnya tiga bek tengah menjadi dua bek tengah, serta memasukkan gelandang serang, membuat permainan lebih agresif,” ujar Widodo usai laga. Ia menambahkan bahwa tim pelatih terus menggenjot pemahaman pemain terhadap sistem permainan, terutama dalam membangun chemistry, pola build-up, transisi lini tengah, dan penyelesaian akhir. Widodo C Putro puas PSIS Semarang tahan imbang Persebaya Surabaya 2-2, perubahan taktik jadi kunci yang diharap dapat menjadi fondasi untuk kompetisi resmi.
Sementara itu, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, memilih mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski gagal mempertahankan keunggulan. Ia enggan menyoroti kepemimpinan wasit dan lebih fokus pada evaluasi tim. Persebaya sebenarnya memiliki banyak peluang, termasuk tendangan Miguel Pereira yang nyaris menjadi gol, namun penyelesaian akhir kurang maksimal.
Bagi PSIS, hasil imbang ini menjadi suntikan mental positif. Widodo mengakui kepercayaan diri skuad belum sepenuhnya terbentuk, sehingga pemusatan latihan di Yogyakarta akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kondisi fisik, mental, dan pemahaman taktikal. Lorensius Sabda, yang menjadi pahlawan dengan brace-nya, mendapat pujian khusus. “Dia bermain sangat baik, mampu memanfaatkan peluang dan menjadi motor kebangkitan tim,” kata Widodo.
Pertandingan ini menjadi bukti bahwa dengan strategi yang tepat, PSIS mampu bersaing dengan tim sekelas Persebaya yang berlaga di level lebih tinggi. Widodo C Putro puas PSIS Semarang tahan imbang Persebaya Surabaya 2-2, perubahan taktik jadi kunci yang patut diapresiasi. Dengan persiapan yang semakin matang, PSIS optimistis menghadapi Liga 2 musim depan.











