FaktaHari – 16 Juli 2026 | Jakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Indonesia di kancah internasional. Dua Atlet Muda Indonesia Tampil di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing LPP RRI, sebuah ajang bergengsi yang digelar di Arco, Italia. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) secara resmi mengirimkan dua atlet terbaiknya untuk berkompetisi di World Climbing Youth Championship Arco, Italia, yang berlangsung pada 18-25 Juli 2026. Kedua atlet tersebut adalah Ardana Cikal Damarwulan yang akan bertanding di nomor lead dan boulder U17 putra, serta Haddan Malik Baqmuhyibar yang turun di nomor speed U19 putra.
Keikutsertaan ini menjadi sorotan karena Dua Atlet Muda Indonesia Tampil di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing LPP RRI tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai representasi dari program pembinaan atlet usia dini yang digalakkan FPTI. Pelatih Lead Timnas Panjat Tebing Indonesia, Amri, mengungkapkan bahwa tidak ada target khusus yang dibebankan kepada kedua atlet. “Cikal dan Haddan ini dua atlet muda yang butuh jam terbang, oleh karena itu kami tidak memasang target muluk-muluk,” ujar Amri pada Kamis, 16 Juli 2026. Menurutnya, pengalaman bertanding di level dunia jauh lebih penting daripada hasil akhir. Atlet muda perlu merasakan tekanan dan suasana kompetisi internasional untuk perkembangan jangka panjang mereka.
Dengan semangat pantang menyerah, Dua Atlet Muda Indonesia Tampil di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing LPP RRI diharapkan mampu menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para atlet top dunia. FPTI berkomitmen untuk terus membina atlet usia dini melalui keikutsertaan di berbagai ajang dunia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi regenerasi atlet panjat tebing Indonesia agar mampu bersaing secara global. Ardana Cikal Damarwulan, yang masih berusia 16 tahun, menunjukkan bakat luar biasa di nomor lead dan boulder. Sementara Haddan Malik Baqmuhyibar, 18 tahun, dikenal dengan kecepatannya di nomor speed. Keduanya telah melalui seleksi ketat dan latihan intensif sebelum diberangkatkan ke Italia.
World Climbing Youth Championship merupakan ajang tahunan yang mempertemukan atlet muda panjat tebing dari seluruh dunia. Di event ini, para peserta tidak hanya berlomba meraih medali, tetapi juga berbagi pengalaman dan budaya. Untuk Indonesia, kehadiran kedua atlet ini menjadi bukti bahwa potensi anak bangsa di bidang olahraga panjat tebing semakin diakui. FPTI berharap melalui partisipasi ini, Dua Atlet Muda Indonesia Tampil di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing LPP RRI dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk menekuni olahraga yang menantang ini.
Persiapan matang telah dilakukan oleh tim pelatih dan ofisial yang mendampingi kedua atlet. Mereka tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga mental dan fisik. Amri menambahkan bahwa jam terbang di ajang seperti ini sangat krusial. “Mereka perlu merasakan atmosfer kompetisi internasional dan semakin percaya diri membawa nama Indonesia,” tegasnya. Dengan demikian, target jangka panjang adalah mencetak atlet-atlet yang siap tampil di Olimpiade atau kejuaraan dunia senior.
Kejuaraan Dunia Panjat Tebing Youth ini juga menjadi ajang untuk menguji hasil latihan selama ini. Baik Ardana maupun Haddan telah menjalani program latihan yang ketat di pusat pelatihan nasional. Mereka juga mengikuti beberapa turnamen nasional dan internasional sebagai pemanasan. Kini, saatnya mereka menunjukkan kemampuan di panggung dunia. Dukungan dari masyarakat Indonesia tentu sangat berarti bagi semangat mereka.
Di samping itu, Dua Atlet Muda Indonesia Tampil di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing LPP RRI juga diharapkan mampu menjalin networking dengan atlet dari negara lain. Hal ini akan membuka peluang untuk pertukaran ilmu dan teknik baru dalam olahraga panjat tebing. FPTI percaya bahwa investasi pada atlet muda adalah kunci kesuksesan masa depan. Oleh karena itu, program regenerasi terus digencarkan melalui berbagai jenjang usia.
Ke depan, FPTI berencana mengirim lebih banyak atlet muda ke ajang internasional serupa. Dengan pengalaman yang didapat di Arco, kedua atlet ini diharapkan bisa menjadi tulang punggung timnas di masa mendatang. Semua pihak berharap agar Ardana Cikal Damarwulan dan Haddan Malik Baqmuhyibar dapat memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama Indonesia.
Kesimpulannya, langkah FPTI mengirimkan Dua Atlet Muda Indonesia Tampil di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing LPP RRI adalah strategi tepat untuk membangun generasi emas panjat tebing Indonesia. Meski tanpa target tinggi, pengalaman yang diperoleh pasti akan sangat berharga. Mari kita dukung perjuangan mereka di Italia dan nantikan prestasi gemilang di masa depan.
