Baru 7 IPO hingga Juli 2026, BEI Optimistis Empat Emiten Segera Listing: Pasar Modal Menanti Gebrakan

Baru 7 IPO hingga Juli 2026, BEI Optimistis Empat Emiten Segera Listing: Pasar Modal Menanti Gebrakan
Baru 7 IPO hingga Juli 2026, BEI Optimistis Empat Emiten Segera Listing: Pasar Modal Menanti Gebrakan

FaktaHari – 07 Agustus 2026 | Pasar modal Indonesia masih menunjukkan optimisme di tengah jumlah pencatatan saham yang relatif terbatas. Baru 7 IPO hingga Juli 2026, BEI optimistis empat emiten segera listing [titlebase] menyusul, dengan harapan dapat meningkatkan likuiditas dan menarik minat investor. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total dana yang dihimpun dari tujuh perusahaan yang telah melantai tersebut mencapai Rp2,16 triliun.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyambut baik rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang akan membawa sejumlah BUMN beraset jumbo untuk melantai di bursa. “Kami tentu menyambut baik,” ujarnya, Kamis (6/8). Menurut Jeffrey, pencatatan saham BUMN yang fundamentalnya kuat akan memberikan lebih banyak opsi bagi investor dalam berinvestasi di pasar saham Indonesia.

Hingga 31 Juli 2026, BEI mencatatkan tujuh perusahaan dengan total dana Rp2,16 triliun. Adapun empat perusahaan yang tengah berada dalam antrean IPO terdiri dari dua perusahaan sektor kesehatan, satu perusahaan konsumer nonsiklikal, dan satu perusahaan industri. Di sisi lain, pasar efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) mencatatkan 115 emisi dari 62 penerbit dengan total nilai Rp104,11 triliun, serta 15 emisi dari 11 calon penerbit yang masih dalam pipeline.

Danantara Siap Bawa BUMN Jumbo

Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyatakan rencana IPO sejumlah perusahaan pelat merah menjadi bagian dari strategi menciptakan nilai dan memperdalam pasar modal Indonesia. Semakin banyak perusahaan besar yang tercatat di bursa, semakin besar pula kapitalisasi pasar dan pilihan investasi bagi investor. Dia menyebut Pegadaian sebagai salah satu kandidat kuat, selain PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, hingga PT Angkasa Pura Indonesia.

Dony menjelaskan, agenda IPO menjadi salah satu tahapan dalam roadmap transformasi Danantara selama lima tahun ke depan. Pada tahun pertama, Danantara akan fokus pada konsolidasi dan restrukturisasi lebih dari 1.000 perusahaan yang berada di bawah pengelolaannya. Baru 7 IPO hingga Juli 2026, BEI optimistis empat emiten segera listing [titlebase] juga menjadi perhatian, apalagi dengan adanya dukungan dari perusahaan-perusahaan BUMN yang berpotensi melantai.

IHSG dan Rekomendasi Saham

Sementara itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal Agustus masih fluktuatif. Pada perdagangan Kamis (6/8), IHSG ditutup melemah 0,12% dengan aksi jual asing Rp217 miliar, tetapi analis memprediksi penguatan pada Jumat (7/8) dengan support 6.300-6.320 dan resistance 6.380-6.420. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, merekomendasikan sejumlah saham seperti BMRI, BUMI, AMMN, BIPI, VKTR, dan BRPT. Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas memilih BUMI dan PSAB, sedangkan MNC Sekuritas merekomendasikan ADRO, ASII, BKSL, dan EXCL.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah IPO masih terbatas, pasar tetap aktif dengan peluang trading. Baru 7 IPO hingga Juli 2026, BEI optimistis empat emiten segera listing [titlebase] menjadi modal bagi BEI untuk terus mendorong pertumbuhan jumlah perusahaan tercatat, terutama dari sektor-sektor yang sedang diminati pasar.

Dengan pipeline yang ada dan rencana Danantara membawa BUMN jumbo, optimisme BEI untuk mengejar target IPO hingga akhir tahun tetap terjaga. Kehadiran emiten baru diharapkan dapat memperdalam pasar modal Indonesia dan memberikan alternatif investasi yang lebih beragam bagi publik. Meski pencapaian saat ini masih jauh dari target tahunan, langkah konsisten dan dukungan berbagai pihak menjadi kunci untuk mempercepat realisasi IPO di semester kedua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *