FaktaHari – 30 Juli 2026 | Jakarta – Harga emas naik Kamis (30/7) pagi, didukung sikap The Fed yang menahan suku bunga. Keputusan bank sentral Amerika Serikat untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5-3,75 persen memberikan sentimen positif bagi pasar logam mulia. Harga emas Antam 24 karat tercatat naik Rp 15.000 per gram menjadi Rp 2.616.000 per gram, setelah sebelumnya mengalami pelemahan dalam beberapa hari terakhir.
Harga emas naik Kamis (30/7) pagi, didukung sikap The Fed yang menahan suku bunga, sejalan dengan ekspektasi pelaku pasar. The Fed melalui FOMC memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga, sehingga mengurangi kekhawatiran akan pengetatan moneter yang lebih agresif. Dampaknya, harga emas yang cenderung sensitif terhadap perubahan suku bunga mendapat angin segar.
Tidak hanya emas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga turut menguat pada perdagangan Kamis pagi. IHSG dibuka naik 18,89 poin atau 0,31 persen ke posisi 6.110,28. Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyebutkan bahwa sentimen risk on investor muncul setelah keputusan The Fed. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menunjukkan penguatan tipis sebesar 3 poin ke level Rp 18.070 per dolar AS, didorong oleh pelemahan dolar pasca pengumuman The Fed yang dinilai less hawkish.
Kenaikan harga emas hari ini juga diikuti oleh kenaikan harga buyback. Antam menetapkan harga buyback Rp 2.381.000 per gram, naik Rp 35.000. Berikut rincian harga emas Antam per 30 Juli 2026:
| Ukuran | Harga |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp 1.358.000 |
| 1 gram | Rp 2.616.000 |
| 2 gram | Rp 5.172.000 |
| 3 gram | Rp 7.733.000 |
| 5 gram | Rp 12.855.000 |
| 10 gram | Rp 25.655.000 |
| 25 gram | Rp 64.012.000 |
| 50 gram | Rp 127.945.000 |
| 100 gram | Rp 255.812.000 |
| 250 gram | Rp 639.265.000 |
| 500 gram | Rp 1.278.320.000 |
| 1000 gram | Rp 2.556.600.000 |
Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak di rentang Rp 2.601.000 – Rp 2.622.000 per gram. Sementara itu, dalam sebulan terakhir, rentangnya mencapai Rp 2.601.000 – Rp 2.670.000 per gram. Kenaikan ini menunjukkan bahwa emas masih menjadi aset safe haven yang diminati di tengah ketidakpastian global.
Di pasar saham, IHSG diperkirakan akan terus menguji level psikologis di 6.000. Meskipun ada tekanan dari volatilitas harga minyak dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, keputusan The Fed memberikan katalis positif. Harga minyak Brent dan WTI sempat melonjak lebih dari 7 persen dan 6 persen setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai serangan balasan ke Iran. Namun, investor tampak lebih fokus pada kebijakan moneter yang akomodatif.
Rupiah juga mendapat manfaat dari dolar yang melemah. Analis Doo Financial Lukman Leong menilai penguatan rupiah akan terbatas karena sentimen domestik yang belum pulih dan konflik Timur Tengah. Namun, secara keseluruhan, pergerakan rupiah pada hari ini diperkirakan berada di kisaran Rp 18.000 – Rp 18.100 per dolar AS.
Kesimpulannya, harga emas naik Kamis (30/7) pagi, didukung sikap The Fed yang menahan suku bunga, memberikan dampak positif yang meluas ke berbagai instrumen keuangan. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap risiko eksternal, namun momentum ini bisa dimanfaatkan untuk diversifikasi portofolio. Harga emas yang cenderung stabil di tengah ketidakpastian menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari perlindungan nilai.











