FaktaHari – 24 Juli 2026 | PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan meluncurkan dua rute ferry jarak jauh pada bulan depan, yaitu Surabaya-Makassar dan Patimban-Pontianak. Langkah ini menjadi bagian dari ekspansi perseroan dalam menghubungkan logistik antarpulau. Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengonfirmasi bahwa ASDP bakal luncurkan 2 rute ferry jarak jauh ini mulai bulan depan [titlebase] sebagai pengembangan kedua setelah sebelumnya membuka lintasan Patimban-Pontianak.
“Di bulan depan, kita akan launching kedua kalinya rute jarak jauh. Surabaya ke Makassar yang pertama, Patimban ke Pontianak,” kata Heru dalam keterangan di Luwuk, Sulawesi Tengah, Kamis (23/7/2026). Ia menambahkan bahwa Indonesia masih membutuhkan lebih banyak layanan kapal roll-on/roll-off (roro) berukuran besar untuk mendukung distribusi logistik antarpulau. Saat ini, masih terdapat koridor strategis seperti Jakarta-Medan dan Jakarta-Batam yang belum memiliki layanan ferry jarak jauh.
Pengumuman ini sejalan dengan rencana investasi besar-besaran ASDP senilai Rp 23,4 triliun dalam lima tahun ke depan. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun 46 kapal baru dan menyewa sekitar 50 kapal guna memperkuat armada. Heru menjelaskan bahwa kondisi armada perseroan yang mayoritas berusia di atas 30 tahun menjadi tantangan tersendiri. “50 persen kapal kami itu usianya di atas 30 tahun. Makanya tadi nyambung nih kenapa puncak produksi kita kinerja kita itu di tahun 2023,” ujarnya. Dengan ekspansi ini, ASDP bakal luncurkan 2 rute ferry jarak jauh ini mulai bulan depan [titlebase] untuk menjawab kebutuhan konektivitas yang semakin tinggi.
Selain mengembangkan rute baru, ASDP juga berupaya menjaga keberlanjutan layanan penyeberangan perintis. Sebelumnya, layanan angkutan perintis di Nusa Tenggara Timur (NTT) sempat terhenti akibat keterbatasan anggaran. Namun, setelah koordinasi dengan pemerintah, operasional kembali berjalan dengan dukungan dana Rp 139 miliar untuk ASDP. Heru mengusulkan agar pembiayaan layanan perintis ke depan menggunakan skema Public Service Obligation (PSO) agar lebih pasti. Hal ini menunjukkan komitmen ASDP dalam memperkuat peran sebagai penghubung antarpulau.
Di sisi lain, ASDP juga aktif dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Pada kesempatan yang sama, perusahaan menanam 2.500 pohon mangrove di kawasan pesisir Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini merupakan wujud kontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim. Heru menekankan bahwa keberlanjutan lingkungan menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan.
Dengan peluncuran dua rute baru ini, ASDP berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperlancar distribusi barang. Heru optimistis bahwa investasi armada dan pembukaan rute baru akan meningkatkan daya saing perusahaan. “Jadi kita akan improve yang lintasan pendek dan nambah juga yang lintasan jarak jauh,” tuturnya. ASDP bakal luncurkan 2 rute ferry jarak jauh ini mulai bulan depan [titlebase] sebagai langkah konkret menuju transformasi bisnis yang lebih modern dan efisien.
Kehadiran rute Surabaya-Makassar dan Patimban-Pontianak diharapkan menjadi solusi bagi kebutuhan logistik di kawasan timur Indonesia. Dengan didukung armada baru, ASDP siap bersaing dengan operator swasta yang terus menghadirkan kapal berkapasitas besar. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen ASDP dalam menjaga keseimbangan biaya angkutan laut nasional dan meningkatkan konektivitas antarpulau.











