FaktaHari – 21 Juli 2026 | Jakarta – Pasar saham Indonesia kembali mencatatkan tren positif, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,24 persen pada pekan 13–17 Juli 2026 ke level 6.175,535. Di tengah optimisme ini, perhatian investor tertuju pada daftar saham PER terendah & tertinggi LQ45 (20 Juli 2026), DEWA dan BRPT jadi sorotan [titlebase]. Rasio Price to Earnings (PER) menjadi indikator kunci bagi pelaku pasar untuk menilai valuasi saham, dan pergerakan dua emiten ini menarik diamati.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melesat 4,24 persen selama sepekan, mendorong kapitalisasi pasar saham naik Rp409 triliun menjadi Rp10.749 triliun. Saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) menjadi top gainer dengan lonjakan 138,21 persen ke Rp505, sementara PT Niramas Utama Tbk (JELI) menjadi top loser setelah turun 40,13 persen ke Rp895. Namun, bagi investor yang mencari valuasi murah, daftar saham PER terendah & tertinggi LQ45 (20 Juli 2026), DEWA dan BRPT jadi sorotan [titlebase] memberikan gambaran lebih spesifik.
BEI baru-baru ini mengumumkan penambahan 37 emiten ke dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC), termasuk emiten berkapitalisasi besar seperti PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT). BRPT, yang merupakan induk dari PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) milik konglomerat Prajogo Pangestu, menjadi perhatian karena kepemilikan sahamnya yang terkonsentrasi. Sementara itu, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga masuk radar investor setelah aksi korporasi yang signifikan. Kedua saham ini masuk dalam indeks LQ45, sehingga pergerakan PER-nya menjadi acuan.
Dalam daftar saham PER terendah & tertinggi LQ45 (20 Juli 2026), DEWA dan BRPT jadi sorotan [titlebase] karena kontras valuasinya. DEWA, emiten jasa pertambangan, mencatat PER rendah di kisaran 5-7 kali, menunjukkan harga sahamnya relatif murah dibandingkan laba. Sebaliknya, BRPT memiliki PER tinggi sekitar 25-30 kali, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap prospek bisnis energi terbarukan melalui BREN. Analis menilai, lonjakan harga BRPT belakangan ini dipengaruhi oleh sentimen positif sektor energi hijau dan rencana ekspansi perseroan.
Selain DEWA dan BRPT, saham lain seperti PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) juga masuk dalam daftar HSC dan menjadi perhatian investor. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan, bursa akan terus melakukan evaluasi terhadap saham-saham dengan price impact ratio tinggi untuk mengidentifikasi potensi konsentrasi kepemilikan. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor global.
Kesimpulannya, pergerakan IHSG yang positif diiringi dengan pengawasan lebih ketat BEI terhadap saham terkonsentrasi. Daftar saham PER terendah & tertinggi LQ45 (20 Juli 2026), DEWA dan BRPT jadi sorotan [titlebase] menawarkan peluang bagi investor untuk memilih saham sesuai strategi valuasi. DEWA dengan PER rendah cocok bagi investor value, sedangkan BRPT dengan PER tinggi menarik bagi investor growth. Dengan likuiditas pasar yang meningkat, investor diharapkan tetap waspada terhadap risiko konsentrasi kepemilikan.











