FaktaHari – 18 Juli 2026 | Tanggapan ojol setelah komisi 8 persen berlaku menjadi perbincangan hangat di kalangan pengemudi transportasi online. Kebijakan yang mulai diterapkan awal Juli 2026 ini menggantikan skema komisi sebelumnya yang mencapai 20 persen. Meski ada kekhawatiran awal, sejumlah mitra Grab dari berbagai wilayah melaporkan pengalaman positif. Mereka mengaku pendapatan tetap stabil bahkan meningkat, asalkan konsisten dan pandai mengatur strategi di lapangan.
Tanggapan ojol setelah komisi 8 persen berlaku menunjukkan bahwa dampak kebijakan sangat bergantung pada pola kerja, lokasi operasional, dan kondisi permintaan. Mei Akbar Maniflor, mitra Grab asal Jakarta, menuturkan bahwa pendapatannya stabil meski ada faktor libur sekolah yang menurunkan permintaan. “Menurut saya stabil, karena ada beberapa faktor. Di lapangan saat ini anak sekolah lagi libur, jadi pendapatan beberapa teman driver juga turun,” ujarnya. Hal serupa disampaikan Surono, mitra Grab Jakarta, yang menekankan komitmen kerja. “Kalau kami komitmen, penghasilan akan stabil bahkan meningkat. Cari apa yang menurut kami nyaman, itulah yang kami jalankan.”
Di Bekasi, Untung merasakan peningkatan pendapatan setelah komisi turun. “Dengan berlakunya komisi 8%, pendapatan saya meningkat, bukan menurun. Tetap semangat,” katanya. Alam Selamet yang beroperasi di Jakarta membandingkan catatan sepekan sebelum dan sesudah kebijakan, dan mengaku ada kenaikan. “Setelah kebijakan 8% ini, alhamdulillah ada kenaikan. Yang penting kita semangat mengantarkan dan menjemput orderan.” Sementara Elly Zulfaida dari Bogor memilih tetap mobile, “Untuk pendapatan masih stabil, enggak berpengaruh. Jangan asal duduk saja, mobile.”
Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengonfirmasi bahwa mayoritas pengemudi ojol tidak mengalami penurunan pendapatan. Ia telah mengkonfirmasi 19 komunitas dan asosiasi ojol dari berbagai daerah. “Saya telah menanyakan bahwa ada isu dengan komisi mereka ditambahkan 92 persen justru pendapatan malah makin kecil. Kita tanyakan sama mereka, tidak juga,” kata Menteri UMKM. Ia menambahkan, jika ada penurunan, itu lebih disebabkan libur sekolah dan perkuliahan, bukan karena perubahan komisi.
Skema baru juga menghilangkan potongan tambahan seperti layanan langganan hemat dan Gaspol, sehingga struktur potongan lebih sederhana. Herny Winata, mitra Grab Jakarta, mengapresiasi hal ini. “Kalau sekarang layanan langganan hemat dan Gaspol sudah tidak diadakan, jadi hanya dengan potongan 8 persen.” Seraki dari Tangerang merasakan pendapatan meningkat meski orderan normal. Siti Chodidjah menekankan konsistensi, “Buat saya orderan masih tetap stabil, malah sekarang bertambah banyak. Intinya konsisten saja dalam kerja.”
Tanggapan ojol setelah komisi 8 persen berlaku menunjukkan bahwa para pengemudi beradaptasi dengan mengatur waktu, berpindah ke titik ramai, dan mengaktifkan berbagai layanan. Mereka juga terus mengevaluasi jam operasional dan titik permintaan potensial. Secara umum, kebijakan ini diterima positif dan dianggap tidak merugikan, bahkan membantu meningkatkan pendapatan bagi yang disiplin. Ke depannya, para pengemudi diharapkan terus memanfaatkan informasi resmi dan tetap semangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.











